Suasana sore di Kampung Mangkubumi, Desa Kabayan, Kabupaten Pandeglang, terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah syahdunya lantunan ayat suci, puluhan santri tahfidz Pesantren Darul Futhonah berkumpul untuk menjalankan tradisi mulia: buka puasa sunnah Kamis bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) perwakilan Banten (29/1).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Dengan mendukung kebutuhan nutrisi para penghafal Al-Qur’an, para donatur secara tidak langsung telah berinvestasi dalam setiap huruf yang mereka hafal dan amalkan. Inilah keutamaan zakat; ia tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi bahan bakar bagi keberlangsungan dakwah dan pendidikan di pelosok negeri.

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah M. Farsyad Habibullah (15), seorang santri yatim asal Sumatera yang kini menetap di Pandeglang. Di usianya yang masih remaja, ia telah berhasil merampungkan hafalan sebanyak 24 juz.
Syukur dan Bahagia
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bahagia. Perhatian dari para donatur BMH melalui buka puasa ini membuat kami merasa tidak sendirian dalam berjuang menghafal Al-Qur’an,” ungkap Farsyad dengan mata berbinar.
Senada dengan Farsyad, santri cilik asli Pandeglang, M. Ibrahim As-Sidik (12), yang sudah mengantongi hafalan 11 juz, merasa sangat terhibur. Baginya, momen kebersamaan ini menjadi penyemangat baru untuk segera mengkhatamkan hafalannya.
Kadiv Prodaya BMH Banten, Roni Hayani, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen BMH untuk memuliakan para penjaga Al-Qur’an.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sedekah yang kita berikan bisa berubah menjadi energi bagi mereka yang sedang beribadah. Karena melalui harta yang dikeluarkan secara produktif untuk mendukung pendidikan yatim dan dhuafa akan menciptakan dampak jangka panjang. Baik bagi penerima maupun bagi pertumbuhan ekonomi umat secara keseluruhan,” tutur Roni.

Melalui sinergi ini, BMH berharap semakin banyak masyarakat yang menaruh kepercayaan untuk menitipkan amanah ZIS-nya. Langkah ini strategis, guna melahirkan lebih banyak hafiz muda yang berkualitas dari tanah Banten.*/Herim









































































































































































































































