Pernahkah kamu terpaksa melewati satu halaman saat membaca Al-Qur’an karena sobek? Hal ini bukan sekadar cerita, tapi kenyataan yang dihadapi Pak Hannan (46), seorang muslim di kawasan transmigrasi Papua Barat Daya.
“Al-Qur’an di sini sudah lusuh, beberapa halamannya bahkan sobek. Kami sangat membutuhkan mushaf yang layak,” ungkapnya dengan harapan besar.

Kisah Pak Hannan bukan satu-satunya. Banyak masjid dan mushola di pedalaman Papua mengalami kekurangan Al-Qur’an. Pertumbuhan tempat ibadah di pelosok negeri tidak sebanding dengan jumlah mushaf yang tersedia. Faktanya, hanya sekitar 10% dari kebutuhan Al-Qur’an yang terpenuhi.
LAZNAS BMH Papua Barat Daya hadir menjembatani kebutuhan ini. Melalui program Sedekah Al-Qur’an, mushaf-mushaf baru disalurkan agar saudara-saudara kita di pedalaman bisa mengaji tanpa terputus.
Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tapi cahaya bagi setiap muslim. Setiap lembar yang tersentuh, setiap ayat yang dilantunkan, adalah pahala yang mengalir tanpa henti.
“Mari ambil bagian dalam kebaikan ini. Karena sedekah Al-Qur’an bukan hanya memberi, tapi juga menghadirkan cahaya bagi mereka yang haus akan ilmu-Nya,” tutup Kepala BMH Papua Barat Daya, M. Sanusi.*/Herim









































































































































































































































