Bagi masyarakat di perkotaan, masjid mungkin hanya berjarak beberapa langkah dari rumah. Namun, bagi warga Muslim di Kampung Kenara, Distrik Kamundan, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memiliki tempat ibadah yang layak adalah impian yang telah dinanti selama bertahun-tahun.
Merespons harapan tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Papua Barat kini tengah bergerak cepat mengawal pembangunan masjid di wilayah pedalaman ini. Sebuah misi kemanusiaan yang bukan hanya soal semen dan batu, melainkan soal menjaga api iman di garis depan nusantara (27/1).

Ekspedisi Kebaikan: 10 Jam Menuju Titik Cahaya
Membangun di pedalaman Papua Barat bukanlah perkara mudah. Tantangan geografis menjadi ujian pertama bagi tim BMH. Perjalanan dimulai dari Manokwari menuju Bintuni yang memakan waktu 6 jam melalui jalur darat yang menantang.
Namun, perjuangan belum usai. Dari Bintuni, tim harus melanjutkan perjalanan selama 4 jam menyusuri sungai dan membelah lautan menggunakan perahu untuk bisa mencapai Kampung Kenara. Total 10 jam perjalanan fisik ini menjadi saksi bisu betapa seriusnya BMH dalam mengantarkan amanah para donatur hingga ke pelosok yang sulit dijangkau.
“Kami menyadari bahwa akses menuju lokasi sangat berat. Namun, lelah itu terbayar lunas saat melihat binar bahagia di wajah warga. Masjid ini adalah hal yang sangat istimewa bagi mereka,” ujar Wasmanto, Kepala BMH Papua Barat.

Masjid: Pusat Peradaban di Tepian Kamundan
Bagi warga Muslim Kenara, kehadiran masjid ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat sujud, tetapi juga akan menjadi pusat pembinaan mualaf dan tempat anak-anak belajar mengaji. Kehadiran tim BMH di tengah mereka dianggap sebagai jawaban atas doa-doa yang selama ini terpanjat di tengah keterbatasan.
Warga setempat mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Bagi mereka, kehadiran relawan yang rela menempuh perjalanan laut dan sungai demi membangun rumah ibadah adalah bentuk kepedulian yang sangat menyentuh hati.
Dedikasi Tanpa Batas
Wasmanto menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata dedikasi BMH untuk kaum Muslimin di pedalaman Papua Barat.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Kamundan tidak merasa sendirian. Kita ingin mereka merasakan bahwa kepedulian kaum Muslimin dari berbagai penjuru negeri sampai ke kampung mereka,” imbuhnya.
BMH mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam proyek investasi akhirat ini. Pembangunan masjid di Kampung Kenara adalah kesempatan bagi kita untuk ikut menanam kebaikan di tanah Papua, memastikan kumandang azan tetap bergema di tepian Distrik Kamundan.*/Herim









































































































































































































































