Menyambut bulan suci Muharam 1447 H, semangat kepedulian terhadap sesama semakin menguat. Di tengah hiruk pikuk persiapan tahun baru Islam, perhatian khusus perlu kita arahkan kepada para santri yang gigih menimba ilmu di pesantren-pesantren jauh dari keramaian kota, seperti halnya di Kabupaten Nunukan. Mereka adalah calon penerus bangsa, penjaga nilai-nilai agama, yang seringkali menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.
Menyadari pentingnya dukungan bagi para santri ini, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Utara mengambil langkah nyata. Pada awal Muharam 1447 H ini, BMH menyalurkan bantuan logistik kebutuhan pokok kepada para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Selisun RT 14 Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Bantuan ini menjadi angin segar bagi 70 santri yang tekun belajar di sana.

“Alhamdulillah, awal tahun baru Muharam 1447 H ini, BMH kembali hadir memberikan bantuan kebutuhan pokok santri berupa beras dan sembako lainnya, guna mendukung aktivitas kegiatan mereka sebagai generasi pelanjut masa mendatang,” terang M. Nor Komara, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Utara, pada Selasa (24/6).
Pernyataan ini menegaskan komitmen BMH untuk terus hadir dan membersamai perjalanan pendidikan para santri.
Program ini disambut dengan penuh suka cita oleh para santri dan pengurus pesantren. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari mereka yang merasakan langsung manfaat dari uluran tangan para donatur. Ustadz Dulahir, mewakili pengurus pesantren, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.
Kebaikan Penyemangat Santri
“Terima kasih BMH. Alhamdulillah kami mewakili pengurus pesantren dan para santri di sini sangat bersyukur atas apa yang diberikan. Semoga ini menjadi penyemangat mereka untuk terus menuntut ilmu terutama belajar Al-Quran dan menghafalkannya, dan juga keberkahan senantiasa bagi para donatur,” ungkap Ustadz Dulahir.
Kisah dari Pondok Pesantren Hidayatullah Nunukan ini menjadi pengingat bahwa di berbagai pelosok negeri, banyak santri yang berjuang dalam keterbatasan. Mereka adalah aset berharga yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita semua.
Semangat Muharam sejatinya bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang meningkatkan kepedulian sosial, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan.
“Mari bersama-sama memastikan bahwa tidak ada lagi santri yang merasa terpinggirkan, dan bahwa masa depan mereka tetap cerah berkat dukungan dari kita semua,” tutup Komara.*/Herim









































































































































































































































