Di tengah keterbatasan ekonomi yang kerap menjadi penghalang bagi banyak mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Nusa Tenggara Timur kembali menghadirkan harapan melalui penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi menjadi “jembatan kebaikan” yang menghubungkan kepedulian para donatur dengan semangat juang mahasiswa dalam meraih masa depan. Di Kota Kupang, bantuan tersebut disalurkan kepada mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang selama ini berjuang mempertahankan studi di tengah tekanan biaya kuliah dan kebutuhan hidup.
Kepala Perwakilan BMH NTT, Hairudin, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, keberlangsungan pendidikan generasi muda tidak boleh terhenti hanya karena persoalan biaya.
“Setiap anak bangsa berhak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak memadamkan harapan mereka. BMH hadir sebagai penghubung kebaikan, agar amanah para donatur benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Sapril A. Djabu, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut dukungan tersebut bukan hanya membantu dari sisi finansial, tetapi juga menjadi sumber semangat untuk terus melanjutkan pendidikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Ini bukan hanya membantu biaya kuliah, tapi juga menguatkan semangat saya untuk terus bertahan dan menyelesaikan pendidikan,” ungkap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang itu.
Penyaluran bantuan pendidikan ini menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Dari tangan-tangan dermawan, lahir peluang bagi generasi muda untuk terus belajar, tumbuh, dan kelak berkontribusi bagi masyarakat.
BMH NTT berkomitmen untuk terus memperluas program pendidikan sebagai bagian dari misi membangun peradaban melalui pemberdayaan. Harapannya, semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaat, sehingga tidak ada lagi mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan biaya.









































































































































































































































