Menjelang Idulfitri, harapan itu tampak nyata di Kampung Muslim Kenara. Di tengah kesederhanaan wilayah pelosok, sebuah bangunan berdiri kokoh dan hampir selesai. Masjid Ar Rahman Hidayatullah kini siap menjadi pusat ibadah yang selama ini dinantikan warga.
Pembangunan masjid yang didukung oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) ini berlokasi di Distrik Kamundan, Kabupaten Teluk Bintuni. Progresnya telah mencapai tahap akhir dan sudah dapat digunakan, terutama untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran masjid ini bukan sekadar tambahan fasilitas. Ia menjadi jawaban atas kebutuhan ruang ibadah yang layak dan nyaman.
Manfaat Bagi Masyarakat
Ustadz Abdul Muthalib menyampaikan rasa syukurnya atas hampir rampungnya pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. InsyaAllah masjid ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk beribadah, khususnya dalam menyambut Hari Raya,” ujarnya.
Pernyataan ini menggambarkan betapa pentingnya kehadiran masjid di wilayah pelosok. Tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat kehidupan spiritual masyarakat.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan sarana ibadah di daerah terpencil.
“Kami berharap masjid ini dapat menjadi pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial bagi masyarakat,” ungkapnya.
Keberadaan masjid ini akan membawa dampak yang luas. Selain untuk shalat berjamaah, ia juga dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan lainnya.
Dalam perspektif sosial, pembangunan sarana ibadah memiliki peran strategis. Masjid bukan hanya ruang ritual, tetapi juga ruang pembinaan umat dan penguat ukhuwah di tengah masyarakat.
Zakat, infak, dan sedekah yang diwujudkan dalam pembangunan masjid memiliki nilai jangka panjang. Manfaatnya terus mengalir seiring setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya.
Di Kampung Muslim Kenara, Ramadhan ditutup dengan harapan yang berdiri nyata. Dan menjelang Idulfitri, masjid ini menjadi simbol kemenangan—bahwa kebaikan yang dibangun bersama mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan sepanjang waktu.*/Herim









































































































































































































































