Generasi muda memegang peran penting dalam arus literasi zakat di Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran anak muda terhadap isu ekonomi syariah, Zakat Goes to Campus (ZGTC) 2025 Chapter Sulawesi Selatan hadir sebagai ruang belajar yang strategis. Forum Zakat (FOZ) membuka kegiatan ini di Ballroom Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar pada Kamis (20/11/2025).
Kebutuhan literasi menjadi sorotan utama. Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Moh Syarif, melihat kampus sebagai pusat penguatan ekosistem zakat. Ia menilai jumlah mahasiswa UNM yang mencapai lebih dari 40 ribu orang sebagai potensi besar untuk menggerakkan gerakan zakat secara berkelanjutan.
ZGTC 2025 menarik minat mahasiswa dari berbagai kampus. Mahasiswa STAI Al Bayan yang sedang menjalani magang dan KKN di Laznas BMH Sulsel ikut meramaikan expo dan rangkaian sosialisasi.

Abdul Habil, salah satu peserta, menyampaikan antusiasmenya. Ia menilai forum ini mendorong mahasiswa memahami zakat secara lebih menyeluruh sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk terlibat dalam pengelolaannya.
Panitia juga menghadirkan talkshow bersama Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Ali Yafid, Dr. Azwar Anwar dari FEB UNM, Fachruddin Palapa dari LPM Profesi UNM, dan Ibnu Tsani dari Forum Zakat. Para narasumber menguatkan wacana pengelolaan zakat yang amanah, terukur, dan berorientasi kepentingan publik.
FGD Zakat Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Di hari yang sama, FOZ Sulsel menyelenggarakan Focus Group Discussion bertema “Zakat sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan di Kota Makassar.”
Diskusi ini mempertemukan pemerintah, Baznas, Laznas seperti BMH, lembaga zakat lain, serta akademisi untuk membahas jarak antara potensi zakat yang besar dan realisasi yang masih terbatas.
FGD menghasilkan beberapa poin penting. Prof. Basri menekankan digitalisasi sistem zakat melalui teknologi big data dan blockchain untuk meningkatkan akurasi dan transparansi.
Muhammad Ichsan dari Bappeda Makassar menegaskan kesiapan pemerintah memfasilitasi sinergi data agar penyaluran zakat semakin tepat sasaran.
Peserta diskusi juga sepakat menggeser pendekatan konsumtif ke arah pemberdayaan ekonomi agar mustahik dapat tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Rangkaian ZGTC 2025 berlangsung selama dua hari. Penyelenggara berharap kegiatan ini memantik inovasi dan kontribusi nyata dari Generasi Z Sulawesi Selatan agar pengelolaan zakat semakin efektif bagi kemaslahatan umat.*/Herim









































































































































































































































