Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya terhadap profesionalisme dan akuntabilitas. Langkah strategis diambil melalui Pelatihan Pengembangan Skill Amil, yang fokus pada penguasaan desain dasar, videografi, dan fotografi (10/10).
Pelatihan sehari penuh ini bertempat di Kantor Laznas BMH Sulsel, Jl. Poros Tamalanrea Raya Blok M No. 27A, BTP, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh delapan perwakilan Unit Layanan Zakat (ULZ) dari berbagai daerah, mencakup Makassar, Maros, Bone, Bulukumba, Parepare, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Kehadiran amil dari beragam wilayah menunjukkan keseriusan BMH Sulsel dalam standarisasi kualitas komunikasi visual.

Komunikasi Visual: Kunci Transparansi dan Branding
Di era digital, komunikasi visual yang menarik adalah keniscayaan. Hal ini sangat penting bagi lembaga zakat yang mengemban amanah publik.
Oleh karena itu, BMH Sulsel menghadirkan dua pakar: Dwi Julian, SM. A.FPSI, P.FPSI (Profesional Videografi) dan Irfan Arfandi, S.Pd, M.Pd, CPS dari Celebes Public Speaking (Graphic Designer).
Kedua pemateri memberikan pembekalan teoritis dan praktik intensif. Peserta diajak mendalami dasar-dasar desain, videografi, dan fotografi.
Mereka juga langsung mengaplikasikannya menggunakan perangkat lunak populer seperti Canva dan CapCut.
Pembekalan ini menekankan bahwa bukan hanya alat yang menjadi penentu, tetapi skill dan kemauan amil untuk terus berinovasi.
“Pelatihan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis, tetapi juga mengasah kemampuan kreatif amil,” jelas Aditya, salah satu panitia kegiatan.
Ia menambahkan bahwa tujuannya agar amil dapat menghasilkan dokumentasi dan laporan program yang menarik dan berkualitas.
Amil Sebagai Juru Bicara Visual Kebaikan
Aditya memberikan analogi yang kuat terkait peran baru amil ini.
“Amil di lapangan kini tak ubahnya mata dan juru bicara visual yang mengabarkan kebaikan. Jika mata dan suara yang disajikan buram, pesan kebaikan tidak akan tersampaikan optimal. Dengan skill ini, laporan, publikasi kegiatan, maupun dokumentasi penyaluran menjadi semakin baik dan profesional.”
Ia menegaskan, peningkatan kemampuan visual ini merupakan bagian integral dari komitmen BMH dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada donatur.
Dana kebaikan yang disalurkan wajib dilaporkan dengan citra yang modern dan terpercaya.
Motivasi Lapangan: Mendokumentasikan Amanah
Dampak positif pelatihan ini dirasakan langsung oleh peserta. Rahmat Hidayat, seorang peserta dari Parepare, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat krusial bagi aktivitas lapangan.
“Kami menjalankan berbagai program, seperti pembangunan musala, beasiswa, dan bantuan sosial. Tentu kami ingin membuat dokumentasi yang berkualitas. Pelatihan inilah yang sangat kami nanti-nantikan,” ujar Rahmat dengan antusias.
Dengan bekal soft skill yang terbarui ini, BMH Sulsel optimis seluruh kegiatan di berbagai wilayah akan lebih optimal. Penyampaian pesan kebaikan dan publikasi program akan semakin kuat.
Pada akhirnya, hal ini akan memperkuat citra Laznas BMH sebagai lembaga zakat yang modern, transparan, dan sangat terpercaya di mata publik.*/Herim









































































































































































































































