Deru mesin kendaraan memecah kesunyian jalanan yang membelah hutan dan rawa di wilayah Papua Selatan. Akhir pekan ini, rombongan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Selatan melakukan perjalanan strategis yang disebut “Turun ke Daerah” (Turda). Tujuannya jelas: DPC Bupul dan DPC Muting, dua titik penting yang berbatasan langsung dengan garis batas negara.
Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan administratif. Ini adalah misi penguatan mental, ideologi, dan memastikan bahwa denyut nadi program organisasi tetap berdetak kencang di tingkat akar rumput.

Pendidikan sebagai Oase di Ujung Negeri
Salah satu titik fokus dalam monitoring ini adalah meninjau langsung unit pendidikan yang menjadi tumpuan masyarakat setempat, seperti RA Yaa Bunayya dan MI Integral Luqman Al-Hakim di Muting. Di tengah keterbatasan akses, sekolah-sekolah ini hadir sebagai oase bagi anak-anak Papua untuk meraih mimpi melalui pendidikan berbasis tauhid.
Pengurus DPW melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan standar pendidikan dan tata kelola manajemen tetap terjaga. “Kita ingin memastikan anak-anak di Bupul dan Muting mendapatkan kualitas pendidikan yang sama baiknya dengan mereka yang di kota,” ungkap Ketua DPW Hidayatullah Papua Selatan, Zainal (22/1).
Sinergi Amil dan Keteguhan Kader
Perjalanan ini menjadi kian bermakna dengan kehadiran Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang setia mendampingi setiap langkah dakwah. Rudi, Amil BMH di Papua Selatan, turut serta dalam rombongan untuk memastikan dukungan logistik dan program sosial terintegrasi dengan baik.
Bagi Rudi, menempuh perjalanan jauh hingga ke daerah pelosok adalah bagian dari amanah para donatur. Kehadiran BMH di sini adalah untuk memastikan bahwa para kader di garis depan tidak berjuang sendirian. Dukungan ini mencakup penguatan ekonomi lokal hingga memastikan legalitas aset tanah wakaf organisasi terjaga demi keberlangsungan dakwah jangka panjang.
Menguatkan Akar, Menjaga Semangat
Selain memeriksa aset dan administrasi, agenda Turda kali ini diisi dengan sesi upgrading SDM. Para kader di DPC Bupul dan Muting diajak untuk duduk melingkar, berbagi keluh kesah, sekaligus mendapatkan suntikan semangat agar tetap istiqomah di medan juang yang menantang.
Tak lupa, rombongan juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi antara organisasi dengan lingkungan sekitar, memastikan bahwa kehadiran Hidayatullah benar-benar menjadi rahmat bagi warga di perbatasan.
Perjalanan ke Bupul dan Muting mungkin melelahkan secara fisik, namun melihat binar mata para santri dan keteguhan hati para pengurus di sana, lelah itu seolah luruh. Dari ujung selatan Papua, pesan itu jelas: dakwah dan pengabdian tidak akan pernah berhenti, sejauh mana pun jarak yang harus ditempuh.*/Herim









































































































































































































































