Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus memperkokoh komitmennya di pilar dakwah dan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan dukungan penuh pada peluncuran Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH) Nuruttaubah yang berlokasi di Masjid Nuruttaubah, Ujung Baru, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (19/1/2026).
Program yang diinisiasi bersama DPD Hidayatullah Polman ini menyasar kaum ibu sebagai pilar utama pendidikan dalam keluarga. Sebanyak 25 peserta perdana telah berkomitmen untuk mengikuti pembinaan Al-Qur’an secara intensif menggunakan metode GranD MBA yang dikenal sistematis dan mudah dipahami.

Investasi Pendidikan Berbasis Dakwah Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya, menyatakan bahwa dukungan BMH terhadap MQH merupakan langkah strategis dalam membumikan Al-Qur’an hingga ke akar rumput.
“Bagi BMH, ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari core program kami di bidang pendidikan dan dakwah. Kami ingin memastikan bahwa akses belajar Al-Qur’an tersedia bagi siapa saja. Terutama ibu-ibu yang merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya,” ujar Rahmat (24/1).
Ia menambahkan, dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BMH dikonversi menjadi program produktif seperti MQH ini, agar manfaatnya terasa jangka panjang dan berkelanjutan.
Momentum Menuju Ramadhan Ketua DPD Hidayatullah Polman, Ahmad Syahril, S.Pd., dalam tausiyahnya menekankan bahwa momentum Rajab adalah waktu terbaik untuk membenahi interaksi dengan kitab suci.
“MQH Nuruttaubah hadir sebagai wasilah. Kita ingin mencetak ‘Ahlul Qur’an’, keluarga Allah di muka bumi. Terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah memungkinkan program dakwah ini berjalan secara gratis dan terorganisir,” ungkapnya.
Antusiasme juga terpancar dari para peserta. Nuraeni, S.Pd.I, seorang ASN yang turut menjadi santri MQH, mengaku bersyukur.
“Ini rezeki bagi kami di Polman. Ada wadah yang memfasilitasi kami belajar secara rutin dan terarah,” tuturnya.
Dengan sinergi antara BMH, Hidayatullah, dan Muslimat Hidayatullah (Mushida), MQH Nuruttaubah diharapkan menjadi model percontohan (pilot project). Kedepan akan direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Barat, guna melahirkan masyarakat yang religius dan berpendidikan.*/Herim









































































































































































































































