Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat komitmen kolaboratif dengan lembaga dakwah guna mengakselerasi pembangunan umat di ranah sosial dan keagamaan. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan resmi Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil, SE., MAP., ke Kantor Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat baru-baru ini.
Pertemuan strategis tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk meninjau langsung kontribusi nyata Hidayatullah dalam mencetak generasi Qur’ani serta memberdayakan ekonomi masyarakat pelosok.

Fokus Pembinaan Mualaf dan Pemberdayaan Ekonomi di Mamasa
Salah satu poin utama dalam kunjungan ini adalah rencana peninjauan program pembinaan mualaf di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa. Di bawah bimbingan dai seperti Idil, S.Pd.I, Hidayatullah tidak hanya memberikan pendampingan spiritual secara intensif, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan hidup melalui ekonomi kreatif.
Inovasi berupa produksi kopi khas Mamasa menjadi bukti nyata bahwa dakwah mampu berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi. Hasil produksi ini dirancang untuk menopang operasional dakwah sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat binaan secara berkelanjutan.
Pilar Pendidikan: Mencetak Generasi Berkarakter
Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan institusi pendidikan Islam yang terintegrasi di Mamuju. Sekolah Integral Al Furqan (TK hingga SMA) telah menjadi ikon pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Tak berhenti di sana, ekspansi gerakan literasi Al-Qur’an terus meluas melalui:
- Pembangunan Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) di berbagai pelosok Kabupaten Mamasa.
- Peresmian MQH Nuruttaubah oleh DPD Hidayatullah Polman.
- Program Rumah Qur’an di Desa Salutahongan sebagai pusat penyemaian generasi berkarakter.
Sinergi Demi Ketahanan Sosial dan Keluarga
Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil sinergi antara lembaga, masyarakat, dan dukungan pemerintah, yang diperkuat oleh peran Laznas BMH Perwakilan Sulbar.
Selain pendidikan dan ekonomi, Hidayatullah juga fokus pada:
- Ketahanan Keluarga: Melalui Muslimat Hidayatullah yang aktif memperkuat fondasi keluarga melalui Musyawarah Wilayah (Muswil).
- Kemitraan Desa: Pengakuan dari pemerintah desa, seperti Desa Panetean, yang menganggap pembangunan Hidayatullah sebagai bagian tak terpisahkan dari kemajuan desa.
- Optimalisasi Wakaf: Pemanfaatan lahan wakaf produktif, seperti di Polo Camba, untuk kemaslahatan umat.
“Bersama BMH, Hidayatullah Sulawesi Barat telah memosisikan diri bukan sekadar lembaga dakwah, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban yang profetik, profesional, dan mandiri,” tutup Rahmat Wijaya, Kepala BMH Sulbar.*/Herim









































































































































































































































