Di lorong-lorong rumah sakit, tak sedikit keluarga pasien yang harus bertahan dalam keadaan penuh keterbatasan. Ada yang rela bergantian menjaga, menahan lelah, bahkan memikirkan biaya pengobatan yang tidak seluruhnya tercover BPJS.
Di tengah kondisi itulah, Program Sahabat Pasien dari BMH Jawa Tengah kembali hadir, membawa perhatian, doa, dan bantuan untuk para pasien serta keluarganya.
Sepanjang pekan ketiga Mei 2026, tim Sahabat Pasien BMH menyambangi sejumlah rumah sakit di wilayah Semarang dan sekitarnya, seperti di RSUP Dr. Kariadi, KRMT Wongsonegoro, RS Roemani, RS Adhyatma Tugurejo, RS Unissula dan Banyumanik satu dan dua dengan total penerima manfaat lebih dari 1000 orang.

Ketua Perwakilan BMH Jawa Tengah, S. Abdul Karim, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan pihak rumah sakit yang telah mendukung berjalannya program ini.
“Terimakasih kepada para donatur BMH dan juga rumah sakit yang telah memfasilitasi penyaluran Sahabat Pasien ini kepada para penerima manfaat,” ujar beliau.
Beliau menjelaskan, Program Sahabat Pasien dihadirkan untuk membantu meringankan beban pasien dan keluarga selama masa pengobatan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan moral dan doa, tetapi juga bantuan biaya kebutuhan kesehatan, termasuk obat-obatan yang belum tercover BPJS.
“Sering kali keluarga pasien bukan hanya diuji secara fisik dan mental, tetapi juga secara ekonomi. Ada kebutuhan obat dan penanganan tertentu yang belum masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Di sinilah kami ingin hadir membersamai mereka,” terang Ust. Abdul Karim.
Bagi sebagian keluarga pasien, perhatian sederhana justru menjadi penguat terbesar. Hal itu dirasakan oleh Ibu Santi, salah satu penerima manfaat Program Sahabat Pasien.
“Maturnuwun sanget, kulo dikunjungi, didoa’akan juga diberi sanggu, mugi-mugi barokah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Melalui Program Sahabat Pasien, BMH berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, bagi mereka yang sedang berjuang untuk sehat, kehadiran dan perhatian sering kali menjadi obat yang tak kalah berarti, pungkas Ust. Abdul Karim.









































































































































































































































