Semarak Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pesantren At-Taqwa berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan melalui program Berqurban Bahagiakan Santri (BBS).
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program ini terus menjadi agenda yang dinantikan para santri sebagai sarana pembelajaran, penguatan kepedulian sosial, sekaligus syiar nilai-nilai qurban.
Kegiatan yang didukung oleh LAZNAS BMH Jawa Barat ini diikuti oleh tujuh lembaga pendidikan Al-Qur’an bersama santri Pesantren At-Taqwa.
Sebanyak sekitar 250 santri turut merasakan manfaat dan kebahagiaan dari program tersebut. Program BBS merupakan inisiatif yang digagas oleh Pembina Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban sekaligus perintis Pesantren At-Taqwa, Kiai Asep.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pesantren harus terus hadir memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pesantren harus semakin banyak menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban, Affan Fallas, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada para santri.
“Kami merasa bahagia dapat terlibat dalam program Berqurban Bahagiakan Santri. Semoga kegiatan ini terus menjadi sarana mempererat ukhuwah serta menanamkan nilai kepedulian kepada para santri,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung. Salah seorang santri peserta, Dafa, mengaku senang dapat merayakan Iduladha bersama ratusan santri lainnya di lingkungan pesantren.
“Kami senang kalau Hari Raya Iduladha di At-Taqwa karena banyak santri yang hadir dan acaranya meriah,” ungkapnya.
Selain penyembelihan dan distribusi daging qurban, kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba olahan daging qurban yang menjadi ajang kreativitas para peserta.
Berbagai kelompok santri menampilkan kemampuan mereka dalam mengolah hidangan berbahan dasar daging qurban menjadi sajian yang lezat dan menarik.
Ustadz Dodi, yang bertugas sebagai dewan juri, mengapresiasi semangat kebersamaan dan kekompakan yang terbangun selama perlombaan berlangsung.
“Kebersamaan dalam acara ini sangat terasa. Sulit menentukan juara karena seluruh peserta menyajikan masakan yang enak dan menarik,” katanya.
Adapun menu yang diperlombakan antara lain sop daging dan tongseng, yang menjadi favorit para peserta dan santri yang hadir. Program BBS tahun ini melibatkan tujuh lembaga peserta, yaitu Hidayatul Ihwan Kampung Cikabul, Ar-Rahmah Kampung Cibaligo, Al-Luhaidan Kampung Pangkalan Desa Cimanggu, Miftahul Ilmi Cimanggu, PAUD Insan Kamil, TPQ Insan Kamil, serta santri Pesantren At-Taqwa.
Memasuki tahun ketiganya, Program Berqurban Bahagiakan Santri (BBS) diharapkan terus menjadi media edukasi tentang makna qurban, menumbuhkan kepedulian sosial, melatih kerja sama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, semangat berbagi dan pengorbanan yang menjadi inti ibadah qurban dapat terus tertanam dalam diri generasi muda sebagai bekal membangun peradaban yang lebih baik di masa depan.









































































































































































































































