Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Sahabat Anak Indonesia (SAI) menggelar Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 secara serentak di enam pulau besar Indonesia. Kegiatan dipusatkan di Yayasan Marhamah, Cipinang, Jakarta, sebagai titik koordinasi nasional.
Mengusung tema “Satu Gerakan, Satu Semangat, untuk Anak Indonesia”, festival ini menjadi wujud kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Pelaksanaan dilakukan secara serentak di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Papua.
Festival menghadirkan tiga program utama, yakni Ceria Anak Indonesia melalui santunan dan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim dan dhuafa, Buku Sahabatku berupa distribusi buku bacaan, Iqra’, dan Al-Qur’an untuk meningkatkan literasi anak, serta SAI Go To School yang menghadirkan edukasi hukum dan perlindungan anak.

Dalam program SAI Go To School, aktivis dan advokat Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H. menegaskan pentingnya edukasi hukum sejak dini untuk mencegah kekerasan, perundungan, eksploitasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hak anak. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Pada tahun ini, Festival Sahabat Anak Indonesia menargetkan 2.026 anak sebagai penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program akan terus berlangsung sepanjang Juli 2026 melalui kegiatan sosial, edukasi, dan penyaluran bantuan di berbagai daerah.
Direktur Eksekutif Sahabat Anak Indonesia (SAI) Pusat, Syaharuddin Yusuf, S.Pd., mengatakan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, perlindungan, dan kesempatan yang setara.
“Melalui Festival Sahabat Anak Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang menjangkau sedikitnya 2.026 anak di berbagai wilayah Indonesia. Kami mengajak pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat untuk bergandengan tangan merangkul, memberdayakan, dan melindungi masa depan anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Festival Sahabat Anak Indonesia diharapkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang semakin memperluas akses pendidikan, literasi, perlindungan, dan kesejahteraan anak Indonesia.









































































































































































































































