Sebanyak enam alumni Mahasantri Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sultanbatara Angkatan VII resmi menerima Surat Keputusan (SK) Penugasan untuk menjalankan dakwah dan pengabdian masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi.
Penyerahan SK berlangsung di Masjid Al Mubarak, Pondok Pesantren Hidayatullah Parepare, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Yayasan Sekolah Dai Hidayatullah Sultanbatara terkait pembiayaan program beasiswa Mahasantri Angkatan VIII Tahun Ajaran 2026/2027.

Para alumni akan mengemban amanah di sejumlah daerah, di antaranya Kota Makassar, Kota Parepare, dan Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Mudir SDH sekaligus Manager Program SDH, Ustadz Habibi Nur Salam, menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan bagi para alumni agar terus berkembang sebagai kader dakwah.
“Alumni Sekolah Dai masih harus terus berproses. Ketika sudah ditempatkan, mari arahkan dan bimbing mereka hingga mampu mengemban amanah yang lebih besar di lembaga ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Reskyaman, mengingatkan para alumni untuk menjaga komunikasi dengan almamater maupun lingkungan penugasan serta terus meningkatkan kapasitas diri.
“Penugasan merupakan bagian dari proses pengkaderan sekaligus amanah dakwah. Teruslah menempa diri dengan meningkatkan keilmuan dan ketakwaan,” pesannya.
Salah seorang alumni, Ahmad Faishal (17) asal Palu, Sulawesi Tengah, mengaku bersyukur atas bekal ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SDH.
“Selama satu tahun di SDH saya mendapatkan banyak wawasan keagamaan, seperti bahasa Arab, fikih, dan tahsin. Saya siap menjalankan penugasan ini, sekaligus bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Satu (S1),” ungkapnya.
Penugasan ini menjadi awal pengabdian para alumni Sekolah Dai Hidayatullah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat pelayanan dakwah di tengah masyarakat.









































































































































































































































