Sinergi BMH dalam Dakwah dan Ekonomi Perkuat Kesadaran Beragama di Desa Sejati

January 21, 2026

Desa Sejati di Kabupaten Mamuju Tengah menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang. Wilayah yang dahulu bernama Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Tobadak VIII ini menjadi saksi bisu perjuangan warga eksodus Timor Leste. Sejak referendum 1999, para penduduk memilih tetap memeluk identitas Indonesia dan menata hidup baru di wilayah ini. Mereka menyebut perpindahan tersebut sebagai langkah hijrah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kini, desa yang terletak 17 kilometer dari ibu kota kabupaten ini berkembang menjadi lingkungan yang religius. Sebanyak 1.300 jiwa penduduk desa semuanya memeluk agama Islam. Meskipun masyarakat memiliki latar belakang suku dan adat istiadat yang majemuk, nilai-nilai keagamaan menjadi pemersatu sosial yang sangat kuat.

Strategi Dakwah Berkelanjutan dan Kemandirian Ekonomi

Kesadaran beragama di Desa Sejati meningkat berkat program dakwah yang terencana dan berkesinambungan. Masyarakat menunjukkan minat besar untuk belajar Al-Qur’an di Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) melalui dukungan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Selain itu, banyak orang tua mengirimkan anak-anak mereka ke berbagai pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama. Keberhasilan ini bermula dari sinergi antara dai setempat, seperti Ustadz Abdul Salam Nur, dengan para alumni pesantren.

Para dai menerapkan pendekatan dakwah yang humanis dan tidak menggurui. Mereka merangkul warga dengan ajakan belajar mengaji bersama demi keselamatan dunia dan akhirat. Untuk menjaga rutinitas pembinaan, pengurus mengatur rotasi dai secara bergilir dari daerah Pasangkayu, Mamuju Tengah, hingga Mamuju. Hal ini memastikan masyarakat mendapatkan bimbingan agama secara rutin tanpa terputus oleh kendala teknis di lapangan.

Selanjutnya, DPW Hidayatullah Sulawesi Barat dan Laznas BMH memperkuat gerakan ini melalui sisi ekonomi. Mereka mengelola lahan wakaf seluas 3 hektar untuk perkebunan kelapa sawit di Mamuju Tengah.

Hasil pengelolaan kebun sawit tersebut menjadi tumpuan biaya operasional dakwah, pendidikan, dan program sosial. Melalui optimalisasi wakaf produktif ini, organisasi menargetkan kemandirian ekonomi jangka panjang.

Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, bersama Ketua BMH, Rahmat Wijaya, terus mengawal program ini agar berjalan optimal. Sinergi antara dakwah dan pemberdayaan ekonomi memastikan pembinaan warga eksodus ini tetap kokoh.

“Pola ini membuktikan bahwa pendekatan yang komprehensif mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ideologis sekaligus sejahtera secara ekonomi,” tutur Najamuddin.*/Herim

Rekomendasi lainnya dari BMH:

Rekomendasi lainnya dari BMH:

Sinergi BMH dalam Dakwah dan Ekonomi Perkuat Kesadaran Beragama di Desa Sejati

January 21, 2026

Rekomendasi lainnya dari BMH:

Rekomendasi lainnya dari BMH:

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) merupakan lembaga amil zakat yang bergerak dalam penghimpunan dana zakat, infaq, sedekah, wakaf dan hibah berikut dana sosial kemanusiaan dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, serta melakukan distribusi melalui program pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, dan ekonomi secara nasional.

Kalibata Office Park

Jalan Raya Pasar Minggu No.21 No. Blok H RT.5, RT.1/RW.8, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780, Indonesia.

© 2026 Baitul Maal Hidayatullah. All Rights Reserved.