Kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah kembali menghadirkan program sosial di bulan suci Ramadhan. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Nusa Tenggara Timur bersama Kementerian Agama NTT menggelar kegiatan Joyful Ramadhan: Tebar Harapan Ramadhan (THR) dan Sharing Dampak Zakat Wakaf di Aula Zam-Zam Asrama Haji Transit Kota Kupang, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai lembaga zakat untuk memperkuat distribusi bantuan kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, BMH NTT menyalurkan 50 paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan di Kota Kupang.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai lembaga zakat, termasuk BAZNAS Provinsi NTT serta sejumlah LAZ tingkat kabupaten dan kota. Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mengoptimalkan peran zakat untuk membantu masyarakat.
Pembimbing Zakat dan Wakaf Kementerian Agama NTT, Achmad Alkatiri, menjelaskan bahwa kegiatan Joyful Ramadhan merupakan bentuk kerja sama lembaga zakat dan pemerintah dalam memperluas manfaat zakat.
“Alhamdulillah dalam kegiatan ini kami menyalurkan sekitar 500 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket tersebut berasal dari berbagai lembaga zakat seperti Laznas BMH, Dompet Dhuafa, Yakesma, dan lainnya yang berkolaborasi dalam semangat berbagi,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Fransiskus Kariyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program Joyful Ramadhan bukan hanya kegiatan penyaluran bantuan, tetapi juga sarana membangun kesadaran sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Kegiatan Joyful Ramadhan ini bukan sekadar distribusi sembako. Ini juga upaya menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat kebersamaan di antara kita,” ungkapnya.
Kolaborasi yang Harus Berkembang
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai lembaga zakat dalam kegiatan tersebut. Fransiskus berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang untuk memperkuat sistem pengelolaan zakat yang lebih efektif, merata, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH NTT, Hairudin, menilai bahwa Ramadhan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membangkitkan semangat berzakat. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap gerakan zakat dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Program Joyful Ramadhan di Kupang menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian sosial. Ketika lembaga zakat dan pemerintah bekerja bersama, distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Sisi yang lain juga mendorong gerakan zakat yang lebih terorganisir dan berdampak luas.*/Herim









































































































































































































































