Menjelang Idulfitri, suasana di Panti Asuhan Kasih Sayang terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah aktivitas Ramadhan yang masih berlangsung, wajah-wajah anak-anak tampak penuh semangat menyambut hari raya yang kian dekat.
Kebahagiaan itu hadir saat Laznas BMH Bengkulu menyalurkan fidyah kepada anak-anak panti, Kamis, 19 Maret 2026. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian mereka selama Ramadhan.
Suasana penyaluran berlangsung akrab. Anak-anak terlihat antusias saat menerima amanah dari para donatur. Bagi mereka, perhatian seperti ini menjadi momen yang sangat berarti.
Kepala BMH Bengkulu, Hendrianto, menjelaskan bahwa penyaluran fidyah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah umat.
“Fidyah yang dititipkan oleh para donatur kami salurkan kepada anak-anak panti asuhan agar dapat langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Penegasan ini menunjukkan bahwa fidyah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga harus hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan harian penerima manfaat.
Kepala Panti Asuhan Kasih Sayang Bengkulu, Ibu Neni, turut menyampaikan rasa syukurnya.
Sangat Bermanfaat
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Insya Allah sangat bermanfaat untuk anak-anak di sini,” tuturnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa bantuan yang datang di waktu yang tepat mampu menghadirkan ketenangan. Anak-anak dapat menjalani Ramadhan dengan lebih baik dan menyambut Idulfitri dengan rasa bahagia.
Dalam konteks sosial, fidyah memiliki fungsi penting sebagai bentuk kepedulian yang langsung menyentuh kebutuhan dasar. Ketika disalurkan dengan tepat, ia mampu menjaga keberlangsungan hidup sekaligus menghadirkan rasa aman bagi penerima.
Lebih dari itu, zakat, infak, dan sedekah membangun jembatan kemanusiaan. Ia menghubungkan kepedulian para donatur dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Di Bengkulu, Ramadhan ditutup dengan senyum anak-anak panti. Dari bantuan yang sederhana, lahir harapan yang lebih besar. Dan menjelang Idulfitri, harapan itu tumbuh menjadi kebahagiaan yang dirasakan bersama.*/Herim









































































































































































































































