Dukungan umat melalui zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti pada bantuan dasar. Ia juga tumbuh menjadi energi yang melahirkan prestasi. Hal ini terlihat dari capaian santri binaan BMH di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV Tingkat Kota Batam 2026.
Dalam ajang yang berlangsung pada 10–16 April 2026 di Dataran Engku Putri, santri Pondok Pesantren Al Askar berhasil meraih juara. Muhamad Taufik, yang mengikuti cabang hafalan Al-Qur’an 10 juz, meraih Juara 3. Ia tampil bersama Muhamad Sahputra yang mengikuti cabang tilawah remaja putra.
Prestasi ini tidak lahir secara instan. Ia merupakan hasil dari pembinaan yang berjalan konsisten, ditopang oleh dukungan umat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BMH.
Kepala BMH Kepulauan Riau, Fatahillah, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi banyak pihak.
“Prestasi ini adalah buah dari pembinaan pesantren dan kepedulian umat. Dukungan para donatur menjadi energi besar dalam mencetak generasi berakhlak dan berprestasi,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa program BMH tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia. Santri tidak hanya dibantu untuk belajar, tetapi juga didorong untuk berprestasi.
Dari satu panggung MTQ, terlihat bagaimana zakat, infak, dan sedekah berperan dalam melahirkan generasi Qur’ani yang kompetitif. Ketika dukungan umat dikelola secara berkelanjutan, maka yang lahir bukan hanya kebaikan sesaat, tetapi juga prestasi yang menginspirasi masa depan.*/Herim









































































































































































































































