LAZNAS BMH Jawa Timur kembali merealisasikan program wakaf air bersih dengan meresmikan sumur bor ke-271 di Jawa Timur yang berlokasi di Masjid Jamik Baitun Nur, Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Jumat (12/6/2026).
Program ini memberikan manfaat bagi 531 penerima manfaat, yang terdiri dari jamaah masjid dan masyarakat sekitar yang selama ini mengalami kendala dalam memperoleh pasokan air bersih yang stabil.
Sebelum hadirnya sumur bor, masyarakat mengandalkan sumber air dari sistem pipanisasi yang dialirkan menggunakan dongki (pompa air). Namun, fasilitas tersebut kerap mengalami kerusakan sehingga distribusi air sering terganggu dan berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun aktivitas ibadah di masjid.
Peresmian sumur bor disambut penuh syukur oleh warga setempat. Kehadiran sumber air bersih yang lebih mudah diakses diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung berbagai aktivitas keagamaan di Masjid Jamik Baitun Nur.

Kyai Muhammad Solihin selaku pengasuh menyampaikan rasa terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah menghadirkan solusi atas persoalan air bersih di wilayahnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan sumur bor ini. Selama ini masyarakat sering mengalami kendala karena saluran air yang digunakan kerap rusak. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk jamaah dan warga sekitar menjadi lebih mudah terpenuhi. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur,” ujarnya.
Imam Solihin, salah satu penerima manfaat, juga mengungkapkan kebahagiaannya atas hadirnya sumur bor tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang kami tidak lagi terlalu khawatir ketika saluran air mengalami kerusakan. Terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah membantu masyarakat kami,” tuturnya.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menyampaikan bahwa program sumur bor merupakan bentuk nyata kepedulian para donatur dalam menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, sumur bor ke-271 ini menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat. Dampak program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih bagi 531 penerima manfaat, tetapi juga mendukung kesehatan lingkungan, memperlancar aktivitas ibadah, meningkatkan kualitas sanitasi, serta menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan bagi warga yang selama ini menghadapi kendala akses air bersih,” ujarnya.
BMH Jawa Timur terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program wakaf sumur bor agar semakin banyak daerah yang mengalami kesulitan air bersih dapat merasakan manfaat sumber kehidupan yang berkelanjutan.









































































































































































































































