Perjalanan dakwah di pelosok Majene kembali menunjukkan semangat yang luar biasa. Tim DPD Hidayatullah Kabupaten Majene menempuh medan sulit menuju Desa Salutahongan, Kecamatan Malunda. Akses jalan yang menantang bahkan memaksa kendaraan matic menembus jalur terjal. Namun, jarak dan kondisi medan tidak mengurangi tekad untuk menghadirkan pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat.
DPD Hidayatullah Kabupaten Majene meresmikan pembukaan Rumah Qur’an di Desa Salutahongan pada pekan ini. Ketua DPD Hidayatullah Majene, Ustadz Ali Imran, S.H., memimpin langsung peresmian bersama tim.

“Program ini bertujuan memperluas akses pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak dan warga desa,” ungkapnya.
Selama ini, masyarakat Salutahongan berada jauh dari sentra pendidikan keislaman.
“Karena itu, Rumah Qur’an hadir sebagai pusat pembelajaran yang lebih dekat dan terjangkau. Program ini memfasilitasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, tahsin, serta pembinaan akhlak generasi muda,” sambungnya.
Lebih jauh ia menilai penguatan pendidikan dan dakwah menjadi fondasi penting untuk masa depan umat. Selain itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan Al-Qur’an hingga ke desa-desa terpencil.
“Al-Qur’an harus menjadi cahaya bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Dukungan BMH
Program ini mendapat dukungan dari Laznas BMH. Dukungan tersebut memperkuat pelaksanaan program agar berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Kepala Desa Salutahongan, Ramli, S.Pd., menyambut baik kehadiran Rumah Qur’an di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian DPD Hidayatullah Majene terhadap pendidikan keagamaan masyarakat desa.
Ia juga menilai program ini sangat dibutuhkan.
“Rumah Qur’an akan membantu membina anak-anak dan remaja agar memiliki pegangan agama yang kuat,” tuturnya.
Dukungan serupa juga datang dari tokoh masyarakat setempat.
“Kami berharap Rumah Qur’an berjalan secara istiqamah dan berkesinambungan,” ucapnya.
Selain itu, mereka menilai program ini sebagai langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Program ini juga dinilai mampu memperkuat karakter keislaman masyarakat desa.
Beasiswa
Tidak hanya itu, DPD Hidayatullah Majene juga membuka peluang beasiswa pendidikan. Program ini menyasar anak-anak pelosok Majene yang ingin melanjutkan studi di lembaga binaan Hidayatullah. Dua lembaga yang menjadi tujuan program ini ialah Pesantren Miftahul Hidayah dan SMP Al Qalam.

Melalui beasiswa tersebut, DPD Hidayatullah Majene berharap anak-anak desa memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berakhlak.
“Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berdaya saing,” ucap sang Ketua DPD.
DPD Hidayatullah Majene juga mendorong sinergi yang kuat antara lembaga dakwah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjaga program tetap hidup dan memberi dampak nyata.
Pada akhirnya, cita-cita membangun generasi Qur’ani di pelosok Majene dapat terwujud secara berkelanjutan.
“Dan, secara khusus kami sampaikan terimakasih kepada BMH,” pungkasnya.*/Herim









































































































































































































































