Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus melebarkan sayap kebaikan, kali ini hingga ke dataran tinggi Jawa Tengah. Pada 13 September, BMH mulai menjajaki program pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan para petani kopi di Desa Rahtawu, Kudus. Sebuah langkah nyata untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui kopi khas Rahtawu.
Kopi Rahtawu bukan sekadar komoditas, melainkan nadi kehidupan bagi warga setempat.

Sukarwan, salah satu tokoh petani, mengungkapkan bahwa sejak kopi hadir, perekonomian warga mulai menunjukkan perbaikan. Namun, untuk benar-benar bersaing di pasar yang lebih luas, mereka masih terkendala peralatan.
“Kami butuh mesin buler untuk mengupas kopi, juga mesin roasting dan penghalus. Jika kami punya semua itu, kopi kami bisa langsung jadi bubuk yang siap dikemas. Ini akan sangat meningkatkan daya saing kami,” jelas Sukarwan.
Merespons kebutuhan ini, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma, menyatakan bahwa berbagai pendekatan akan dilakukan agar program ini berjalan maksimal.
BMH melihat potensi besar dari kopi Rahtawu dan bertekad untuk menjadi jembatan antara para petani dengan kebaikan para donatur.
Sebagai langkah awal, BMH dan masyarakat Rahtawu telah menjadwalkan panen raya kopi pada Minggu, 14 September. Momen ini bukan hanya sekadar panen, tetapi juga awal dari harapan baru.

“Mari kita bersama-sama dukung para petani Kopi Rahtawu. Setiap bantuan yang kita berikan akan menjadi energi baru bagi mereka untuk terus berkarya, menghasilkan kopi terbaik, dan membawa perubahan positif bagi desa mereka,” tutur Yusran.*/Herim









































































































































































































































