Pembangunan Masjid Al Falah Hidayatullah di Malinau hingga kini belum mencapai 100 persen. Proses pengerjaan masih berjalan bertahap, menyesuaikan ketersediaan dana yang terbatas. Di tengah kondisi tersebut, bantuan 2.000 batu bata dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Utara menjadi angin segar bagi panitia pembangunan.
“Material tersebut akan digunakan untuk pengerjaan dinding utama bangunan masjid,” ungkap Kadiv Prodaya BMH Kaltara, Noer Komara (19/2).

Bantuan ini dinilai sangat strategis karena pembangunan sempat melambat akibat keterbatasan bahan.
BMH Kaltara menyalurkan bantuan tersebut sebagai bagian dari komitmen mendukung penguatan sarana ibadah, khususnya di wilayah pelosok dan perbatasan Kalimantan Utara. Bagi BMH, masjid bukan hanya tempat shalat. Masjid adalah pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pengurus Masjid Al Falah Hidayatullah Malinau, Ustadz Muh. Ibad, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas dukungan tersebut.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Pembangunan masih berjalan bertahap karena dana terbatas. Tambahan batu bata ini membuat kami bisa terus melanjutkan pekerjaan tanpa harus berhenti menunggu,” ujarnya dengan penuh apresiasi.
Ia menambahkan bahwa setiap dukungan yang datang memberi semangat baru bagi panitia dan jamaah. Menurutnya, pembangunan masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi menghadirkan pusat kebaikan bagi masyarakat sekitar.

Dengan tambahan 2.000 batu bata tersebut, panitia berharap pengerjaan dapat berjalan lebih lancar hingga masjid benar-benar rampung dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh umat.*/Herim









































































































































































































































