Mendekati Hari Raya Idul Adha, makna ibadah qurban tak hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, qurban adalah sebuah cerminan ketakwaan dan kepedulian sosial yang membawa kebahagiaan mendalam.
Mengapa demikian? Karena berqurban adalah bentuk merawat hati agar senantiasa berada di jalan yang diridai, sebuah prasyarat agar ibadah ini diterima.
Melalui ibadah qurban, seorang hamba didorong untuk senantiasa memperbaiki diri, memurnikan niat, dan meningkatkan amalannya. Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah dengan berqurban. Sebagaimana penekanan dari dai kondang terkini, Ust. Erick Yusuf yang hadir memberikan tausiyah dalam Konferensi Pers Qurban BMH 2025.

“Secara spiritual, qurban dimaknai sebagai upaya menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri, seperti egois, pelit, tamak, sombong, provokator, atau penyebar fitnah,” katanya lebih lanjut.
Dengan demikian, inti dari ibadah qurban adalah keinginan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menjadi pribadi yang bertakwa, sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dengan menekan sifat-sifat buruk dalam diri.
Qurban sebagai Pilar Kesalehan Sosial
Ibadah qurban juga mendorong umat Muslim untuk menjadi pribadi yang saleh secara sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi banyak masyarakat, mengonsumsi daging menjadi sebuah kemewahan.
Terlebih, banyak desa di pelosok, perbatasan, dan kepulauan yang tahun lalu bahkan tidak bisa menyembelih hewan qurban.
Oleh karena itu, jika umat Islam yang berkecukupan secara ekonomi mau berqurban, hal ini akan membangkitkan semangat persaudaraan yang kuat di antara sesama Muslim.
Ini juga akan menumbuhkan sifat dan sikap mulia seperti empati, kesadaran diri, dan keinginan kuat untuk senantiasa memberi manfaat kepada sesama.
BMH Targetkan 16.500 Ekor Kambing, Manfaat hingga Mancanegara
Dalam upaya menyebarkan kebahagiaan berqurban yang lebih luas, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) pada tahun ini menargetkan pengumpulan 16.500 ekor kambing secara nasional.
Jika target ini tercapai, manfaat kebaikan akan tersebar begitu luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau sembilan negara Muslim lainnya seperti Palestina, Suriah, dan beberapa negara di Afrika.

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers BMH yang digelar di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Mei 2025.
Direktur Utama BMH, Supendi, menegaskan bahwa qurban memiliki dampak ganda yaitu memberdayakan dan membahagiakan.
“Qurban ini tidak hanya membuat para peternak tersenyum karena ternaknya terbeli, tetapi juga membuat masyarakat yang membutuhkan berbahagia karena dapat menikmati daging qurban,” pungkas Supendi.*/Herim









































































































































































































































