Membangun moralitas umat di pelosok negeri, para dai memiliki peran sentral yang tak tergantikan. Namun, seringkali kiprah mereka luput dari perhatian. Menyadari pentingnya peran ini, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengapresiasi pengabdian para dai di pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memberikan santunan atau kafalah.
Program ini menjadi wujud komitmen BMH dalam mendukung dakwah dan pendidikan di daerah terpencil, sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.
Mendukung Pendidikan dan Dakwah di Pelosok
Kepala Perwakilan BMH NTT, Hairudin, menjelaskan bahwa program santunan ini merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap para dai dan daiyah yang telah mendedikasikan diri mereka.

“Ini bagian langkah apresiasi kami dalam memberikan dukungan kepada para dai dan daiyah yang kini mengabdikan dirinya di pesantren-pesantren dalam mendampingi dan membimbing adik-adik santri agar menjadi penerus bangsa dan agama,” jelas Hairudin.
Di tengah keterbatasan, para dai ini membina santri untuk menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia. Kehadiran mereka tak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga membantu membangun fondasi pendidikan yang kuat di daerah terpencil.
Ungkapan Syukur dari Penerima Manfaat
Santunan ini disambut baik oleh para dai penerima. Salah satu dai, Hardiyanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur.
“Jazakallah khairul jadza, semoga kebaikan-kebaikan akan dilipatgandakan dan menjadi keberkahan buat para muhsinin, kaum muslimin dan muslimat. Dan mohon doanya semoga kami tetap istiqamah dalam membina kader-kader penerus perjuangan,” tuturnya penuh harap.
Senada dengan Hardiyanto, dai lainnya, Ustadz Gaos, mengapresiasi konsistensi dukungan dari BMH.
“Bersyukur dan saya mengapresiasi dukungan secara terus-menerus dari BMH untuk kami para dai di pedalaman NTT. Semoga ini menjadi bagian cara kita mencerdaskan kehidupan bangsa dengan terus menyokong pendidikan di pedalaman negeri,” imbuhnya.
Komitmen BMH untuk Masa Depan Bangsa
Keberadaan dai-dai BMH tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di NTT. Mereka mengemban tugas kenabian dan sekaligus konstitusi negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan mendukung para dai, BMH tidak hanya membantu individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan manusia yang berkelanjutan, menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam moralitas.
Program ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk peduli dan mendukung perjuangan para dai di pedalaman, yang menjadi ujung tombak dalam membangun peradaban bangsa.*/Herim









































































































































































































































