Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan sukses menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Khass Makassar selama dua hari (28-29/12).
Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program dan mematangkan rencana strategis tahun 2025.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Laznas BMH, Firman Zainal Abidin, menyoroti isu global seperti perubahan iklim dan emisi karbon.

Menjaga Bumi
Menurutnya, lembaga amil zakat tidak hanya berperan dalam distribusi dana, tetapi juga dapat menjadi garda depan dalam menjaga keberlanjutan bumi.
“Hari ini, perdagangan karbon bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah memasuki tahap implementasi. Sebagai muslim, kita punya kewajiban menjaga bumi, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam kerangka maqashid syariah untuk keberlanjutan umat manusia,” ujar Firman.
Firman juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan tersebut.
“Dengan jaringan Laznas BMH dan aset wakaf yang tersebar di berbagai wilayah, kita dapat menjadi pelopor dalam program pelestarian lingkungan. Namun, langkah ini memerlukan sinergi dengan pemerintah, organisasi, masyarakat, dan pemilik lahan,” tambahnya.
Keteladanan sebagai Kunci
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Nasri Bohari, menggarisbawahi pentingnya keteladanan dalam mewujudkan keberhasilan program.
“Kepemimpinan adalah keteladanan, komitmen pada kemanusiaan, dan kerja tuntas. Dalam kolaborasi, Allah memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa,” tegasnya.
Rakerwil kali ini dihadiri delapan Unit Pelayanan Zakat dari berbagai daerah seperti Makassar, Maros, Parepare, Bone, Bulukumba, Luwu Utara, dan Luwu Timur, serta mitra zakat lainnya.
Pertemuan ini menjadi ajang sinergi untuk memperkuat langkah BMH dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.
BMH Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam ranah sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan.
Dengan menjadikan isu emisi karbon sebagai salah satu agenda strategis, BMH terus membuktikan bahwa zakat tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menjadi solusi bagi tantangan global.
Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk bergerak bersama menjaga bumi, melestarikan lingkungan, dan memastikan keberlanjutan hidup generasi mendatang.
“BMH Sulsel siap menjadi penggerak perubahan positif, mewujudkan kebaikan yang berkelanjutan,” tutup Kepala BMH Sulsel, Kadir.*/Herim









































































































































































































































