Ramadhan 1447 H kembali menjadi momentum penguatan dakwah di Kalimantan Utara. Sebanyak 130 dai diterjunkan untuk mengisi masjid-masjid di wilayah perkotaan hingga pedalaman. Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Utara dan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Utara.
Mustaqim Noreng, Kepala Layanan Ummat DPW Hidayatullah Kalimantan Utara, menjelaskan bahwa program Sebar Dai Ramadhan telah rutin digelar setiap tahun. Para dai bertugas menjadi imam tarawih sekaligus menyampaikan tausiyah kepada masyarakat binaan.

“Alhamdulillah, sebar dai Ramadhan ini menjangkau masjid-masjid baik di perkotaan maupun di pedalaman. Setiap hari ada 130 dai yang terjadwal menjadi imam tarawih dan memberikan tausiyah,” jelasnya belum lama ini.
Di Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, kehadiran dai menjadi penguat suasana Ramadhan. Muhammad Aris, salah satu dai, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan BMH sehingga kegiatan dakwah dapat berjalan dengan baik di daerah mereka.
Membentangkan Akses Pembinaan
Kadiv BMH Kalimantan Utara, M. Nor Komara, menegaskan bahwa dukungan terhadap program dakwah Ramadhan merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses pembinaan keislaman hingga wilayah terluar.
Sebar Dai Ramadhan bukan hanya soal jadwal ceramah atau imam tarawih. Ia adalah tentang memastikan bahwa gema Al-Qur’an dan nasihat kebaikan tetap terdengar, bahkan di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Di tengah bentang hutan dan sungai Kalimantan Utara, para dai itu bergerak dari masjid ke masjid. Setiap malam, mereka menyalakan kembali semangat ibadah masyarakat. Seratus tiga puluh dai. Seratus tiga puluh titik cahaya. Dan Ramadhan menjadi ruang di mana cahaya itu menyambung satu sama lain.*/Herim









































































































































































































































