Suasana haru menyelimuti Masjid Pesantren Hidayatullah Malinau, Kabupaten Malinau, ketika seorang warga bernama Julius Lungu melangkah ke depan jamaah dan mengucapkan dua kalimat syahadat dalam rangkaian kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah (7/2). Momen tersebut menjadi puncak acara yang dihadiri santri, asatidz, pengurus pesantren se-Kalimantan Utara, para mualaf, wali murid, serta masyarakat sekitar.
Prosesi ikrar syahadat dipandu oleh Ust. Shohibul Anwar, yang juga menjadi penceramah dalam kegiatan tersebut. Dengan suara bergetar, Julius Lungu mengucapkan syahadat di hadapan jamaah dan kemudian menerima nama baru, Muhammad Abdul Razak. Takbir bergema dari para hadirin, sementara sejumlah jamaah terlihat menitikkan air mata dan bergantian menyalami serta memeluknya sebagai tanda persaudaraan.

Kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar BMH Kalimantan Utara ini berlangsung sejak pagi hari. Panitia memulai acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah bertema “Hidupkan Hati dengan Kalam Ilahi, Terangi Negeri dengan Dakwah Qurani.” Jamaah memadati area masjid pesantren untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Madrasah Ruhiyah
Dalam tausiyahnya, Ust. Shohibul Anwar menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum pembinaan spiritual bagi umat Islam. “Ramadan adalah madrasah ruhiyah. Siapa yang mempersiapkan diri sejak awal, insyaAllah akan meraih keberkahan yang maksimal,” ujarnya di hadapan jamaah.
Muhammad Abdul Razak mengaku telah lama mempelajari Islam sebelum akhirnya memantapkan hati. Ia menyebut interaksinya dengan para dai tangguh BMH Kalimantan Utara menjadi salah satu faktor yang menguatkan keyakinannya.
“Saya merasa damai. Semoga bisa belajar dan istiqamah,” tuturnya singkat.
Ruang Penguat Ukhuwah
Tarhib Ramadan merupakan agenda rutin BMH Kalimantan Utara setiap menyambut bulan suci. Pengurus pesantren menyatakan kegiatan ini tidak sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang memperkuat ukhuwah sekaligus mendorong masyarakat mempersiapkan diri secara spiritual.
Acara ditutup dengan doa bersama, buka puasa sunnah, dan ramah tamah antarjamaah. Kehadiran saudara baru dalam Islam menambah makna penyambutan Ramadan tahun ini, sekaligus menjadi harapan agar semangat ibadah dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat Malinau.*/Herim









































































































































































































































