Peradaban yang maju tidak dibangun hanya dengan gedung pencakar langit, tetapi oleh kualitas manusia di dalamnya. Menyadari hal ini, Laznas BMH mengambil peran strategis sebagai “bahan bakar” dalam mesin dakwah dan pendidikan, memastikan para juru dakwah (Da’i) memiliki kapasitas mumpuni untuk membimbing umat.
Komitmen ini tecermin nyata dalam gelaran Upgrading Da’i se-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilaksanakan bersamaan dengan Musyawarah Daerah Gabungan (Musdagab) Hidayatullah NTB. Bertempat di Pondok Pesantren Islam Darussalam, Banjar Manis Anjani, Lombok Timur, acara ini berlangsung khidmat selama dua hari, 25-26 Desember 2025.

Ikhtiar Menguatkan Akar Rumput
Puluhan Da’i dari ujung Pulau Lombok hingga pelosok Sumbawa berkumpul bukan sekadar untuk rapat struktural. Mereka hadir untuk menyamakan frekuensi dan menajamkan visi. Setelah sukses menggelar Musyawarah Wilayah pada awal Desember lalu, kini giliran pengurus daerah di tingkat kota dan kabupaten yang dikukuhkan.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah sesi Upgrading Da’i. Mengusung tema “Sukses Dakwah dan Tarbiyah Menyongsong Indonesia Emas 2045,” forum ini menjadi kawah candradimuka bagi para dai.
BMH memahami bahwa tantangan zaman terus berubah. Dakwah hari ini tidak bisa lagi sekadar retorika, melainkan harus solutif, menyentuh hati, dan membangun logika yang sehat di tengah masyarakat.
BMH: Mitra Strategis Peningkatan Mutu Da’i
Kepala Perwakilan BMH NTB, Nur Kholis, S.E., menegaskan bahwa dukungan BMH dalam kegiatan ini adalah manifestasi dari visi lembaga untuk tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membangun infrastruktur sumber daya manusia.
“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen dan konsistensi BMH. Kami mendukung penuh kiprah para Da’i Hidayatullah di berbagai wilayah, khususnya di NTB, agar mereka menjadi penyuluh yang progresif. Ini adalah upaya kita bersama mengokohkan peran masyarakat sipil dalam membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Nur Kholis.
Bagi BMH, Da’i adalah ujung tombak perubahan. Ketika kapasitas Da’i meningkat, maka kualitas pendidikan (tarbiyah) dan pencerahan kepada masyarakat (dakwah) juga akan meningkat. Dampaknya akan dirasakan luas, inklusif, dan melintasi batas-batas kelompok.
Terima Kasih Donatur
Keberhasilan acara ini juga menjadi bukti kedermawanan para donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui BMH. Setiap dukungan yang diberikan tidak hanya membiayai sebuah acara, tetapi menjadi investasi jariyah bagi lahirnya ribuan kebaikan yang akan disebarkan oleh para Da’i ini ke seluruh pelosok Nusa Tenggara Barat.
Dengan sinergi antara Hidayatullah sebagai penggerak dakwah dan BMH sebagai penopang kekuatan umat, jalan menuju Indonesia yang beradab dan maju kini semakin terang.*/Herim









































































































































































































































