Sore itu (31/10), suasana di Rumah Quran An-Najah, Jalan Suhaimi, Duren Mekar, Bojongsari, terasa berbeda. Aroma nasi hangat menyapa udara, disertai tawa kecil para santri yang baru saja selesai mengaji. Hari Jumat yang penuh berkah ini menjadi lebih istimewa karena Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jakarta bersinergi dengan Bank BJB hadir membawa 50 paket nasi box untuk para santri yang setiap hari menghafal dan belajar Al-Qur’an dengan semangat.
Bagi anak-anak seperti Salwa, makanan sederhana itu bukan sekadar santapan sore, tetapi bentuk kasih sayang yang tulus. “Senang bisa mengaji hari ini. Terima kasih kepada BMH yang membawakan makanan untuk saya dan teman-teman,” ujarnya dengan senyum malu-malu.

Di sebelahnya, Faqih juga mengangguk gembira. “Saya senang mengaji, dan senang hari ini ada BMH membawakan kami makanan,” katanya polos namun jujur.
Kebahagiaan mereka terasa menular. Ustaz Syahrudin, pengelola Rumah Quran, tak henti bersyukur atas perhatian yang datang. “Alhamdulillah, semoga ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur kepada Allah. Yuk, santri, semangat belajar, itu bentuk syukur kita,” pesannya lembut namun penuh makna.
Sebelum makan bersama dimulai, Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, sempat memberi nasihat yang menyalakan semangat kecil di hati para santri.
“Kalau ingin sukses, kalian perlu tiga hal: jadi insan yang cerdas, hidup dengan akhlak, dan jangan lupa banyak berdoa,” tuturnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Momen sederhana itu meninggalkan kesan hangat. Di antara tawa, doa, dan suapan nasi, tersimpan harapan besar—agar anak-anak penghafal Al-Qur’an ini tumbuh menjadi generasi yang kuat, berilmu, dan berhati lembut seperti hari itu.*/Herim









































































































































































































































