Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Panti Asuhan Tahfidz Khairunnisa Ujan Mas pada momentum Hari Raya Idul Adha.(28/5)
Sejak pagi, anak-anak tampak antusias menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di lingkungan panti. Bagi sebagian besar anak-anak yatim dan dhuafa di panti tersebut, menikmati hidangan daging qurban menjadi momen yang begitu istimewa.
Senyum mereka terlihat sederhana, namun menyimpan rasa syukur yang mendalam. Ada yang membantu membungkus daging, ada pula yang tak henti memperhatikan proses pemotongan dengan wajah penuh rasa ingin tahu dan bahagia.

Ustadz Sirat selaku Kepala Panti Asuhan Tahfidz Khairunnisa Ujan Mas mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian para pekurban yang telah berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat bahagia. Momentum Idul Adha seperti ini menjadi kebahagiaan besar bagi mereka. Tidak hanya menikmati daging qurban, tetapi juga merasakan kasih sayang dan perhatian dari banyak orang,” ujarnya haru.
Hal senada juga disampaikan Ustadzah Nayla. Ia mengaku terharu melihat wajah-wajah ceria anak-anak saat menyaksikan penyembelihan hewan qurban hingga menikmati hidangan bersama.
“Anak-anak begitu senang. Dari pagi mereka sudah berkumpul melihat proses pemotongan. Bahkan saat makan bersama, mereka terlihat sangat menikmati. Momen sederhana ini sangat berarti bagi mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Hendrianto selaku Kepala BMH Bengkulu menyebut bahwa qurban bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi anak-anak yatim serta dhuafa.
“Setiap titipan qurban dari para donatur menghadirkan senyum dan kebahagiaan untuk anak-anak panti. Inilah indahnya qurban, menghadirkan cinta dan kepedulian hingga pelosok dan mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan yang mereka miliki, anak-anak Khairunnisa kembali merasakan hangatnya kebersamaan Idul Adha. Tawa mereka pecah saat menikmati hidangan daging qurban bersama-sama.
Sebuah kebahagiaan sederhana yang mungkin jarang mereka rasakan setiap harinya. Hari itu, bukan hanya daging qurban yang dibagikan. Tetapi juga cinta, perhatian, dan harapan untuk anak-anak yatim agar tetap tersenyum menyambut masa depan.









































































































































































































































