Kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas dampak kebaikan. Hal inilah yang mendorong BMH bersama Pegadaian Syariah Cirebon menggelar Orientasi Komunitas Agen Kebaikan, Ahad (26/4/2026), di Gedung DKUKMPP Kota Cirebon.
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 100 mahasiswa dari berbagai kampus, seperti UGJ, UIN Siber Syekh Nurjati, UMC, Poltekkes Tasikmalaya, dan Bakti Husada. Mereka diajak memahami peran konkret dalam aksi sosial melalui sesi materi dan diskusi interaktif.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif BMH dalam membangun ekosistem kebaikan yang melibatkan generasi muda.
Ketua Agen Kebaikan Cirebon, M. Lazuardi Ramadhani, menjelaskan bahwa komunitas ini menjadi wadah mahasiswa untuk berkontribusi nyata sekaligus mengembangkan karakter dan pengalaman organisasi.
Kolaborasi Luas
BMH sendiri membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Kepala ULZ BMH Cirebon, Asep Juhana, menegaskan bahwa orientasi ini bertujuan mencetak relawan yang tidak hanya peduli, tetapi juga memahami strategi aksi di lapangan.
Sementara itu, Pegadaian Syariah turut memperkuat kegiatan melalui edukasi literasi keuangan.
Kepala Pegadaian Syariah Cirebon, Hj. Nur’aini, mengajak mahasiswa memahami pengelolaan keuangan dan investasi sejak dini.
“Melalui kolaborasi ini, kita pahami bahwa gerakan kebaikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika lembaga filantropi dan sektor keuangan syariah bersinergi, lahir ruang baru bagi generasi muda untuk terlibat dan memberi dampak,” ungkapnya.
Dari forum ini, BMH menegaskan posisinya sebagai lembaga yang terbuka. Tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun jaringan relawan yang siap menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.*/Herim









































































































































































































































