Membangun generasi unggul tidak bisa menunggu kota berkembang lebih dulu. Di desa-desa yang jauh dari pusat akses, pendidikan Al-Qur’an justru menjadi fondasi awal membentuk karakter dan arah hidup anak-anak.
Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. BMH Tenggarong bersama Pos Dai Kalimantan Timur menghadirkan program Tebar Al-Qur’an di Desa Kedang Ipil. Sebanyak 65 santri di TPQ Harapan Ummi, Masjid Baitul Karim, menerima mushaf Al-Qur’an dan buku Iqro pada Jumat (17/4).

Program ini bukan sekadar distribusi bantuan. Ia menjawab kebutuhan dasar pembelajaran, terutama bagi santri yang baru mulai mengenal Al-Qur’an, termasuk mereka yang baru menjadi mualaf.
“Bantuan ini sangat tepat. Ada santri yang baru masuk Islam, mereka memang sangat membutuhkan,” ujar Ustadz Mustamin, pengurus masjid.
Koordinator BMH ULZ Tenggarong, Hasan Kunio, menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat.
“Upaya membina santri di pedalaman tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara lembaga, dai, dan para donatur agar dampaknya benar-benar terasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendidikan Al-Qur’an di wilayah seperti ini memiliki peran strategis.
“Di sinilah kita menanam nilai. Jika anak-anak ini dibina sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat secara akhlak dan siap berkontribusi bagi bangsa,” jelasnya.
Ketua Pos Dai Kaltim, Ustadz Sabirin, juga mengapresiasi dukungan para donatur. Ia berharap setiap huruf yang dibaca para santri menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Dari desa Kedang Ipil, terlihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang tepat. Ketika akses Al-Qur’an diperluas dan pembinaan diperkuat, maka yang sedang disiapkan bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga karakter generasi.
Inilah bagian penting dari ikhtiar menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang cerdas tidak hanya kuat secara ilmu, tetapi juga kokoh dalam nilai. Dan itu hanya bisa terwujud ketika kolaborasi terus dijaga, agar setiap anak—di kota maupun pedalaman—memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berdaya.*/Herim









































































































































































































































