Akses air bersih bukan hanya soal kebutuhan harian, tapi juga tentang eksisteni dan kehidupan. Di lingkungan pesantren, ketersediaan air bersih masih sangat problem. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kenyamanan belajar dan keberlangsungan pendidikan santri.
Kondisi itulah yang sebelumnya dirasakan Pondok Pesantren Darul Ikhwan di Lingkungan Legok Hilir, Kota Serang.
Keterbatasan air membuat aktivitas dasar seperti mandi, mencuci, hingga berwudhu menjadi tidak optimal. Bahkan, sebagian santri merasa tidak betah tinggal di pondok.

Melihat kondisi tersebut, BMH Banten merealisasikan pembangunan sumur bor pada Selasa, 21 April 2026. Program ini menjadi solusi langsung atas kebutuhan mendasar yang selama ini dihadapi pesantren.
Kadiv Prodaya BMH Banten, Roni Hayani, menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di pesantren.
Dampaknya pun segera terasa. Ustadz Mahmudin, pimpinan pesantren, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya tidak bisa berkata-kata, sangat bahagia sudah dibantu sumur bor. Semoga ini menjadi telaga air di surga nanti untuk semua yang terlibat membantu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya banyak santri merasa tidak nyaman karena keterbatasan air bersih. Kini, kondisi itu mulai berubah.
Program ini menunjukkan bahwa solusi sederhana bisa memberi dampak besar. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, santri dapat belajar dengan lebih tenang dan fokus.
“Dari satu titik sumur bor, terlihat bagaimana zakat, infak, dan sedekah menjawab persoalan nyata. Bukan hanya membantu hari ini, tetapi juga menjaga semangat belajar dan masa depan para santri,” ungkap Kadiv Prodaya BMH Banten, Roni Hayani.*/Herim









































































































































































































































