Di wilayah yang jauh dari hiruk kota, dakwah tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga kesiapan mental, keluarga, dan keteguhan hati. Di DPC Hidayatullah Bupul Indah, Papua Selatan, semangat itu terlihat dalam langkah Ustadz Amri yang menerima amanah penugasan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Bagi Ustadz Amri, penugasan ini bukan sekadar perpindahan tempat. Ia adalah bentuk ketaatan dalam kepemimpinan, sekaligus komitmen untuk menghadirkan dakwah dan pendidikan Islam di wilayah yang masih memiliki banyak keterbatasan.
“Ketaatan itu tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan, tetapi sebagai kesadaran spiritual untuk menjalankan amanah dengan tanggung jawab dan istiqamah. Hari ini saya mendapat tugas, hari ini pun saya menjalankan dengan sekuat tenaga,” ungkapnya (6/4).

Langkah ini tidak dijalani sendiri. Keluarga turut membersamai, menghadapi berbagai keterbatasan dengan kesabaran dan keyakinan.
Di tengah kondisi yang tidak selalu mudah, mereka tetap menghadirkan kehidupan yang sarat nilai, menjadi teladan bagi masyarakat sekitar, sekaligus membangun fondasi pendidikan bagi generasi muda.
Menghadirkan Arah
Kehadiran dai di wilayah seperti Bupul Indah menjadi sangat penting. Mereka bukan hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga membentuk karakter, menguatkan keimanan, dan menghadirkan arah di tengah masyarakat.
Karena itu, kesiapan dai tidak hanya diukur dari kapasitas ilmu, tetapi juga keteguhan dalam menghadapi realitas lapangan.
Dalam konteks inilah peran Laznas BMH menjadi signifikan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BMH menghadirkan dukungan nyata bagi para dai yang bertugas di pelosok.
“Dukungan tersebut memungkinkan para dai untuk tetap fokus menjalankan misi dakwah dan pendidikan, tanpa terbebani oleh keterbatasan yang ada,” terang Ketua DPW Hidayatullah Papua Selatan, Ust. Zainal.
Penugasan Ustadz Amri di Papua Selatan menjadi gambaran bahwa dakwah adalah kerja panjang yang membutuhkan sistem, dukungan, dan kolaborasi. Ketaatan dalam kepemimpinan melahirkan gerak yang terarah, sementara dukungan umat melalui BMH menjadi energi yang menjaga keberlanjutan perjuangan.
Dari Bupul Indah, pesan itu menguat: dakwah akan terus hidup selama ada mereka yang siap berangkat, dan ada umat yang setia menguatkan.*/Herim









































































































































































































































