Semangat Ramadhan terasa hidup di lingkungan SMAN 10 Palangka Raya. Kebaikan tidak hanya diajarkan, tetapi dihadirkan melalui aksi nyata yang melibatkan para siswa dalam kegiatan sosial bertajuk Indahnya Berbagi bersama BMH Kalimantan Tengah, 15 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang berbeda. Para siswa tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga mengalami langsung makna kepedulian. Mereka diajak memahami bahwa Ramadhan bukan sekadar ibadah personal, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.
Program ini dirancang sebagai edukasi langsung. Melalui keterlibatan aktif, siswa belajar tentang empati, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut tumbuh lebih kuat karena dipraktikkan, bukan hanya dijelaskan.
Berbagi adalah Kehidupan
Koordinator keagamaan sekolah, Johan Wahyudi dan Budi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kami berharap siswa memahami bahwa berbagi adalah bagian dari kehidupan yang harus ditanamkan sejak dini. Ini bukan hanya tentang Ramadhan, tetapi tentang kepedulian sepanjang waktu,” ungkapnya.
Penegasan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan pengalaman nyata. Ketika siswa terlibat langsung dalam aksi berbagi, nilai kemanusiaan lebih mudah tertanam dan menjadi kebiasaan.
Menariknya, kegiatan ini melibatkan seluruh civitas sekolah tanpa memandang latar belakang agama. Nilai kepedulian menjadi jembatan yang menyatukan semua pihak dalam satu semangat kebersamaan.
BMH Kalimantan Tengah menilai kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai langkah strategis. Sekolah menjadi ruang efektif untuk menanamkan nilai kebaikan sejak dini.
Dalam perspektif sosial, pendekatan ini memiliki dampak jangka panjang. Pendidikan yang mengintegrasikan nilai empati dan aksi nyata akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli.
Zakat, infak, dan sedekah dalam konteks ini berfungsi sebagai instrumen edukatif. Ia tidak hanya disalurkan kepada penerima manfaat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membangun karakter generasi muda.
Di Palangka Raya, Ramadhan kembali menunjukkan maknanya. Dari lingkungan sekolah, kebaikan tumbuh dan menyebar. Dari satu kegiatan sederhana, lahir kesadaran bahwa berbagi adalah bagian penting dari kehidupan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa kebermaknaan zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh mereka yang belajar untuk memberi.*/Herim









































































































































































































































