Ramadhan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi anak-anak Rumah Qur’an Hidayatullah Air Kemang. Setelah lama hidup dalam keterbatasan air, kini mereka merasakan langsung hadirnya solusi yang selama ini dinantikan.
Pada Selasa, 17 Maret 2026, sumur bor bantuan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) resmi dimanfaatkan. Air bersih akhirnya mengalir di lingkungan pesantren, membawa perubahan besar dalam kehidupan para santri.

Air Bersih, Solusi dari Keterbatasan
Selama ini, keterbatasan air menjadi tantangan utama. Para santri harus bersabar dalam memenuhi kebutuhan harian, bahkan untuk berwudhu.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari, tetapi juga pada kualitas ibadah. Air bersih yang terbatas membuat mereka harus berhemat dalam situasi yang seharusnya layak.
Hadirnya sumur bor menjadi solusi nyata. Ia menjawab kebutuhan mendasar yang selama ini belum terpenuhi.
Harapan yang Akhirnya Terwujud
Sejak awal proses pengeboran, anak-anak mengikuti dengan penuh harap. Mereka menyaksikan setiap tahap dengan doa yang terus dipanjatkan.
Ketika air akhirnya keluar dari dalam tanah, suasana berubah. Sorak bahagia terdengar. Beberapa anak tak mampu menyembunyikan rasa haru.
Momen itu bukan sekadar keberhasilan teknis. Ia adalah jawaban atas penantian panjang yang penuh kesabaran.
Kebahagiaan yang Menguatkan Ibadah
Ustadz Purna, pengasuh Rumah Qur’an, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada BMH dan para donatur. Sumur bor ini sudah lama kami nantikan. Kini anak-anak bisa merasakan air bersih dengan layak,” ujarnya.
Kepala BMH Bengkulu, Hendrianto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah yang harus disalurkan secara tepat.
“Air adalah kebutuhan dasar. Dengan adanya sumur ini, kami berharap para santri bisa beribadah dengan lebih baik dan nyaman,” jelasnya.
Secara empiris, akses air bersih memiliki dampak langsung pada kualitas hidup dan ibadah. Ketersediaan air yang cukup meningkatkan kesehatan, kenyamanan, dan kekhusyukan dalam menjalankan aktivitas harian.
Ramadhan yang Menghadirkan Jawaban
Di Air Kemang, sumur bor bukan sekadar fasilitas. Ia adalah simbol hadirnya kepedulian yang tepat sasaran.
Dari keterbatasan menuju kemudahan, dari penantian menuju kenyataan. Ramadhan menjadi saksi bahwa zakat, infak, dan sedekah mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan umat.
Kini, di setiap tetes air yang mengalir, tersimpan kebahagiaan dan harapan baru bagi para santri. Bahwa dari kebaikan yang terus bergerak, kehidupan yang lebih layak akan selalu menemukan jalannya.*/Herim









































































































































































































































