Pagi itu para relawan berjalan menyusuri Pasar Pandan dan Pasar Sibolga. Mereka membawa daftar bahan makanan untuk dimasak di Dapur Bahagia BMH yang melayani warga penyintas bencana di Tapanuli Tengah.
Perjalanan menuju pasar memakan waktu sekitar 45 menit dari Pesantren Hidayatullah Darul Makrifah. Namun bagi para relawan, perjalanan tersebut terasa menyenangkan karena menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Pasar Pandan dan Pasar Sibolga telah lama menjadi tempat langganan pesantren untuk membeli kebutuhan dapur. Para relawan cukup memesan bahan yang dibutuhkan, kemudian mengambilnya langsung di pasar.
Relawan yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ruqoyah, Wulan, Kia, serta beberapa relawan lainnya. Mereka tidak hanya membantu menyiapkan bahan makanan, tetapi juga ikut dalam proses memasak di dapur.
Pengalaman Menyenangkan
Bagi para relawan, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan. Mereka merasa bahagia karena dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial sekaligus memiliki kesempatan keluar dari rutinitas pondok.
Kegiatan belanja bahan makanan ini merupakan bagian dari program Dapur Bahagia BMH. Program tersebut menyediakan makanan bagi warga yang terdampak bencana di wilayah Tapanuli Tengah.
Setiap bahan yang dibeli kemudian diolah bersama di dapur. Dari dapur sederhana itu lahir hidangan hangat yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini menunjukkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah umat yang disalurkan melalui BMH mampu menggerakkan banyak pihak. Donatur memberikan amanah kebaikan, relawan bergerak menyiapkan makanan, dan masyarakat menerima manfaatnya,” ungkap M. Nuh Kepala BMH Sumatera Utara (12/3).
Rantai kebaikan ini menghadirkan dampak yang nyata. Bagi para penyintas bencana, sepiring makanan hangat saat berbuka puasa bukan hanya soal menghilangkan lapar. Ia juga menghadirkan rasa diperhatikan dan harapan baru di tengah masa pemulihan.
Di balik setiap hidangan yang tersaji dari Dapur Bahagia BMH di Tapanuli Tengah, ada banyak tangan yang terlibat. Ada donatur yang berbagi rezeki, relawan yang bekerja dengan penuh semangat, serta masyarakat yang saling menguatkan.
Dari dapur sederhana itu, kebaikan terus mengalir dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.*/Herim









































































































































































































































