Kepercayaan dunia usaha terhadap lembaga sosial menjadi salah satu kunci agar kebaikan dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Hal ini terlihat dalam kolaborasi PT PLN UP Pembangkitan Lombok bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang menghadirkan program berbagi kebahagiaan Ramadhan untuk anak yatim di Prime Park Hotel Udayana, Mataram, pada 21 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama anak-anak yatim serta tausiyah Ramadhan yang memberikan penguatan nilai kepedulian sosial. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat semangat berbagi dan menumbuhkan empati kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muzakkir Kholil, MH menjelaskan bahwa menyantuni anak yatim memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Ia juga mengingatkan bahwa banyak tokoh besar dalam sejarah Islam yang tumbuh sebagai anak yatim dan kemudian memberi kontribusi besar bagi umat.
Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Kehadiran program santunan ini menjadi bukti bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan lembaga zakat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pimpinan PLN UP Pembangkitan Lombok, Anton Wibisono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur kegiatan berbagi dengan anak-anak yatim ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi PLN sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang hadir,” ujarnya.
Kerja sama ini menunjukkan kepercayaan PLN kepada BMH. Laznas BMH adalah lembaga pengelola zakat dan program sosial yang mampu menyalurkan amanah kebaikan kepada masyarakat secara tepat sasaran.
Melalui jaringan program sosial yang dimiliki BMH, bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak dapat disalurkan langsung kepada penerima manfaat yang membutuhkan, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata.
Program buka puasa dan santunan anak yatim bersama PLN dan BMH di Lombok menjadi contoh bagaimana sinergi antara dunia usaha dan lembaga sosial dapat memperkuat gerakan kepedulian di masyarakat.
Ketika perusahaan mempercayakan program sosialnya kepada lembaga yang memiliki jaringan pemberdayaan yang kuat, kebaikan tidak berhenti pada seremoni. Ia benar-benar mengalir dalam denyut kehidupan masyarakat yang membutuhkan.*/Herim









































































































































































































































