Matahari belum sepenuhnya muncul ketika langkah Ustadz Ahmad Zain menginjak landasan keberangkatan di Bandara Sultan Babullah, Ternate. Hari ini, Jumat, 7 Maret 2025, adalah hari istimewa baginya. Setelah lebih dari satu dekade mengabdikan diri sebagai pengajar Al-Qur’an di pedalaman Maluku Utara, ia kini berangkat menunaikan ibadah umroh.
Hadiah ini bukan sekadar perjalanan ke tanah suci. Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi luar biasa seorang dai yang telah mengorbankan segalanya untuk dakwah.

Bagi masyarakat Kosa, tempatnya mengabdi, Ustadz Zain adalah lebih dari sekadar guru. Ia adalah harapan, sosok yang sabar membimbing anak-anak mengenal huruf demi huruf dalam mushaf, meski sering kali mereka harus belajar dengan penerangan seadanya.
Kesederhanaan telah menjadi bagian dari hidupnya. Di sela mengajar, ia menanam sayur di kebun pesantren, bukan untuk keuntungan, tetapi demi memastikan keluarganya tetap bisa makan dengan layak.
Di tempat di mana akses ekonomi masih terbatas, bertahan dengan cara seperti itu adalah pilihan yang harus diambil. Namun, tak sekalipun keterbatasan itu melemahkan langkahnya dalam menyebarkan cahaya Islam.
Keberangkatannya hari ini didukung oleh LAZNAS BMH Maluku Utara, yang melihat perjuangannya sebagai sesuatu yang tak ternilai. Ketua perwakilan BMH yang turut melepasnya menyampaikan rasa haru dan bangga.
“Ini bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga bentuk penghormatan bagi para dai yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan kehidupan mereka untuk Islam. Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan semakin menguatkan tekad Ustadz Zain dalam berdakwah,” ujarnya.
Penyegaran Jiwa
Dari Ternate, ia akan terbang ke Jakarta, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Madinah Al-Munawwarah.
Di sana, ia akan menapaki jejak Rasulullah ﷺ, merasakan langsung suasana kota yang selama ini hanya bisa ia kisahkan kepada para santrinya di pelosok Maluku Utara.
Bagi Ustadz Zain, perjalanan ini bukan hanya tentang memenuhi panggilan suci. Ini adalah penyegaran jiwa, kesempatan untuk menguatkan hati, agar nanti ketika ia kembali, semangat dakwahnya semakin membara.
“Semoga umroh ini membawa keberkahan dan menjadi langkah baru dalam perjuangan panjangnya di jalan Allah,” tutur Ust. Zain.*/Herim









































































































































































































































