Semangat berbagi kembali menyala di beranda negeri pada Selasa (23/12). Kali ini, kebahagiaan menyapa anak-anak murid dari Rumah Qur’an Al-Fatih yang ada di Dusun Sekabau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) hadir membawa program istimewa di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.
Program ini menjadi jawaban atas kegelisahan warga Desa Kuala Pangkalan Keramat. Mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai buruh harian dan petani dengan penghasilan tak menentu. Kondisi ekonomi yang sulit membuat kebutuhan khitan anak seringkali tertunda karena kendala biaya.

Kadiv Prodaya BMH Kalbar, Anton Trimaryanto, menjelaskan alasan kuat pemilihan lokasi ini.
“Khitan Berkah kali ini sengaja kami laksanakan di lokasi yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia,” ujar Anton.
Ia menegaskan bahwa BMH hadir untuk memastikan tidak ada anak yang terhalang menjalankan syariat hanya karena biaya.
Canda Tawa Usai Khitan
Ketegangan yang sempat terlihat di wajah 13 peserta seketika berubah menjadi senyum lega dan tawa riang. Momen paling membahagiakan terlihat saat anak-anak ini menyadari prosesnya tidak menakutkan seperti bayangan mereka.
Zaki Ramadhan (11), salah satu peserta, mengungkapkan pengalaman barunya dengan polos dan jenaka.
“Tak nyangke kamek, kirenye saket, rupenye da’an saket (Saya kira sakit, ternyata tidak sakit),” celoteh Zaki dengan logat Sambas yang kental.
Ia bahkan tertawa geli menggambarkan rasanya yang hanya seperti digigit semut.
Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat panitia membagikan bingkisan istimewa. Setiap anak pulang membawa sarung, peci, alat tulis, Al-Qur’an, dan uang saku. Wajah-wajah sumringah itu menjadi pemandangan indah di Rumah Qur’an Al Fatih hari itu.
Solidaritas Tanpa Batas
Ustadz Agus selaku tuan rumah menyambut program ini dengan penuh syukur. Selain khitanan, acara ini juga diwarnai aksi solidaritas spontan. Warga dan panitia berhasil mengumpulkan dana untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh.
Pentingnya Program Ini Bagi Kita
Kisah Zaki dan teman-temannya di perbatasan Sambas mengajarkan kita satu hal penting. Bahwa kepedulian sekecil apapun mampu melahirkan kebahagiaan besar bagi mereka yang berada jauh di ujung negeri. Program ini membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk menghadirkan senyum bagi generasi penerus bangsa.*/Herim









































































































































































































































