Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober selalu menjadi momen penuh makna. Tahun ini, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) merayakannya dengan cara sederhana namun berdampak besar, yakni berbagi sembako untuk para santri di Sumatera Utara.
Program ini menyasar Pesantren Tahfidz Hidayatullah Nias dan Pesantren Tahfidz Polonia Medan. Bantuan berupa beras diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BMH Sumut, Muhammad Nuh, kepada Pengasuh Pesantren Tahfidz Polonia, Ustaz Irwan Halawa.
Menurut M. Nuh, kebutuhan logistik seperti beras adalah langkah primer. Alasannya jelas, karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Beras santri ini sangat penting bagi mereka agar bisa fokus belajar dan mengembangkan diri. Semoga para donatur tetap istiqomah dalam membantu,” ujarnya penuh harap.
Kehadiran bantuan tersebut langsung disambut bahagia oleh para santri. Nanda, salah seorang penerima, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak. Kami sangat bersyukur dan akan lebih semangat belajar serta menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya sambil tersenyum.
Tak bisa dipungkiri, kepedulian ini memberi dampak nyata. Santri tidak hanya mendapat dukungan logistik, tetapi juga semangat baru untuk menuntut ilmu. Dengan adanya program ini, BMH berharap lahir generasi Qur’ani yang kuat, sehat, dan siap memimpin bangsa di masa depan.
Melalui sinergi bersama para donatur, berbagi sembako untuk santri bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi investasi penting untuk mencetak generasi berdaya yang lahir dari pesantren.*/Herim









































































































































































































































