Perpindahan kantor baru sering dimaknai sebagai langkah bisnis. Namun di Pegadaian Syariah Cirebon, momen ini justru diisi dengan sesuatu yang lebih luas: berbagi kebahagiaan bersama anak yatim dan dhuafa. Tujuannya jelas, kemajuan dari satu sisi sebisa mungkin bisa berdampak terhadap sisi yang lain.
Pada Rabu, 15 April 2026, Pegadaian Syariah Cirebon menggelar syukuran sekaligus santunan di kantor barunya di Cirebon Bisnis Centre. Dalam kegiatan ini, BMH turut diundang bersama para santri yatim dan dhuafa binaannya—menjadi bagian dari rangkaian yang tidak hanya seremonial, tetapi juga bernilai sosial.

Kehadiran BMH dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, BMH menjadi mitra yang menjembatani lembaga dengan penerima manfaat secara tepat. Kolaborasi seperti ini memastikan bahwa setiap kepedulian yang disalurkan dapat benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Jaga Rasa Syukur
Acara berlangsung hangat dan sederhana. Setelah pembukaan dan sambutan, tausiyah dari Ustadz Fahrurozi, dai BMH, mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur, memperkuat silaturahmi, serta menjadikan usaha sebagai jalan keberkahan yang berdampak bagi sesama.
Momentum ini kemudian ditutup dengan penyaluran santunan kepada santri yatim dan penghafal Al-Qur’an. Di titik ini, perpindahan kantor tidak lagi sekadar perpindahan fisik, tetapi menjadi awal langkah yang diiringi kepedulian.
Peningkatan Layanan
Pimpinan Pegadaian Syariah Cirebon, Hj. Nuraini, berharap kantor baru ini membawa peningkatan pelayanan sekaligus kepercayaan masyarakat.
“Semoga Pegadaian Syariah Cirebon semakin berkembang dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Sinergi Kebaikan
Sementara itu, Koordinator ULZ BMH Cirebon, Asep Juhana, melihat kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi kebaikan.
“Ini langkah yang sangat positif. Tidak hanya fokus pada layanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Dari kegiatan ini, publik dapat melihat bahwa kehadiran lembaga filantropi seperti BMH memiliki peran penting. Ia tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan nilai berbagi tetap hidup dalam setiap momentum—termasuk dalam perjalanan sebuah lembaga menuju perkembangan yang lebih baik.*/Herim









































































































































































































































