Kebutuhan akan air bersih di wilayah Sekotong, Lombok Barat, kerap menjadi tantangan, terlebih saat musim kemarau tiba. Namun, bagi Yayasan Pondok Pesantren Darudda’wah Kelep, kendala itu kini teratasi. Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-43 mereka di pondok pesantren tersebut, membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi seluruh civitas (17/7).
Peresmian yang berlangsung di lingkungan pesantren ini dihadiri oleh pimpinan pondok, para asatiz, guru, karyawan, dan seluruh santri. Suasana haru dan syukur menyelimuti acara tersebut, menandai babak baru dalam pemenuhan kebutuhan dasar di pesantren.

TGH Sahwan Hafiz, S.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Darudda’wah, tak sabar menampakkan rasa syukurnya.
“Terima kasih tak terhingga kepada para donatur BMH yang telah menghadirkan sumur bor ini. Air yang mengalir dari sumur ini bukan hanya memenuhi kebutuhan kami, tetapi juga menjadi penopang utama kegiatan belajar dan ibadah santri,” ujarnya dengan mata berbinar.
Beliau menambahkan, “Di wilayah Sekotong yang sulit air, sumur bor ini adalah anugerah yang sangat berarti.”
Nur Kholis, Kepala Perwakilan BMH NTB, menjelaskan bahwa peresmian di Pondok Pesantren Darudda’wah ini merupakan titik ke-43 dari program Sumur Bor Laznas BMH NTB.
“Doa dan partisipasi aktif dari para donatur memainkan peran krusial dalam terwujudnya sumur bor ini,” tegas Nur Kholis.
“Kami akan terus mengintensifkan upaya untuk menghadirkan lebih banyak sumur bor di wilayah dan pondok pesantren lain yang membutuhkan akses air bersih.”
Dengan dukungan Laznas BMH, setiap individu memiliki kesempatan berbagi kebahagiaan. Utamanya untuk turut serta dalam menebarkan kebermanfaatan kepada sesama melalui penyediaan akses vital terhadap air bersih.*/Herim









































































































































































































































