Kebahagiaan menyapa ribuan anak yatim dan difabel di seluruh Indonesia pada Jumat (4/7), melalui program kolaborasi bertajuk Lebaran Yatim & Difabel yang digelar serentak dalam rangkaian Peaceful Muharram 1447 H. Kementerian Agama RI, bersama berbagai lembaga amil zakat dan BAZNAS, mengusung tema Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan demi meneguhkan kepedulian dan persaudaraan menyambut tahun baru Hijriah.
Di Kalimantan Barat, kegiatan dipusatkan di Wisata Amal Zone, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dan dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis, jajaran Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag, Kabid Penais Zawa H. Rohadi, Ketua BAZNAS Provinsi, Direktur LAZNAS Baitulmaal Munzalan Indonesia, Ketua FOZ Kalbar, serta perwakilan lembaga amil zakat lainnya.

Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala BMH Perwakilan Kalbar, Baida’i, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme dan sinergi para pihak.
Ia menuturkan, tahun ini Kalbar berhasil mendistribusikan 90.620 paket, melonjak jauh dibandingkan tahun lalu yang sampai pada19.060 paket. Hal ini menurutnya menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi Kemenag, BAZNAS, dan 12 LAZ di Kalbar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, pun memberikan apresiasi mendalam. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momen untuk merawat semangat kebersamaan, memperkuat kepedulian, dan menumbuhkan persaudaraan di tengah masyarakat.
Hiburan dengan Dongeng yang Edukatif
Suasana semakin hangat berkat penampilan pendongeng dari Kampung Dongeng, yang memotivasi dan menghibur anak-anak yatim serta difabel. Acara pun ditutup dengan tausiyah KH. Luqmanulhakim (Ayahman), Pengasuh Masjid Kapal Munzalan Indonesia, yang mengingatkan pentingnya memelihara semangat kesetaraan dalam berdoa dan bercita-cita tinggi.
“Kita semua adalah hamba Allah yang punya hak dan harapan sama. Rasulullah SAW mencontohkan agar ketika meminta, mintalah Surga Firdaus. Dengan semangat kesetaraan, kita berharap hidup kita selalu penuh keberkahan, di dunia dan di akhirat,” pesan Ayahman menutup acara.
Momen ini menjadi pengingat bahwa keberkahan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang merawat kepedulian agar terus hidup di hati setiap insan.

“Semoga langkah kecil yang dirajut bersama ini mengantar kita pada cita-cita besar. Yaitu kehidupan masyarakat yang lebih adil, penuh kasih, dan tak pernah kehilangan harapan,” tutup Baida’i.*/Herim









































































































































































































































