Laznas BMH bersama mahasiswa UIN Syeikh Wasil Kediri menyalurkan bantuan beras kepada santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri di Dusun Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kota Mojokerto, Selasa (10/2/2026). Kolaborasi ini menghadirkan bukan hanya bantuan pangan, tetapi juga ruang belajar nyata bagi mahasiswa tentang arti kepedulian sosial.
MOJOKERTO — Laznas BMH bersama mahasiswa UIN Syeikh Wasil Kediri menyalurkan bantuan beras kepada santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri di Dusun Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kota Mojokerto, Selasa (10/2/2026). Kolaborasi ini menghadirkan bukan hanya bantuan pangan, tetapi juga ruang belajar nyata bagi mahasiswa tentang arti kepedulian sosial.
Penyaluran beras tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Mahasiswa hadir langsung di tengah realitas kehidupan santri, menyaksikan bagaimana kebutuhan pokok sederhana dapat menjadi penopang keberlangsungan pendidikan. Kehadiran mereka menumbuhkan empati dan memperluas makna ilmu yang selama ini dipelajari secara teoritis.

Bantuan beras yang disalurkan memastikan kebutuhan konsumsi harian santri terpenuhi serta meringankan beban operasional pesantren. Para santri merasakan ketenangan karena kebutuhan pangan lebih terjamin, sehingga aktivitas belajar dan ibadah dapat berjalan dengan lebih optimal.
Energi Baru
Pengasuh Darul Hijrah Putri, Ustadzah Nur Laili, menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi kebaikan tersebut. Ia menilai kepedulian mahasiswa dan BMH menjadi energi baru bagi para santri untuk terus semangat menuntut ilmu.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan BMH dan para mahasiswa yang telah peduli kepada para santri,” tuturnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membentuk kepekaan sosial. Rizalul Iman, salah satu mahasiswa UIN Syeikh Wasil Kediri, mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung di lapangan membuat mereka memahami bahwa belajar tidak hanya soal teori, tetapi juga tentang merasakan kesulitan masyarakat.
“Kami bersyukur bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial ini. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi para santri,” ujarnya.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa sinergi dengan mahasiswa merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan generasi muda yang peduli dan siap berkontribusi bagi umat. Ia menegaskan bahwa pengalaman terjun langsung ke masyarakat mampu melembutkan hati sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk saling membantu.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa belajar bahwa ilmu menjadi lebih bermakna ketika hadir di tengah kebutuhan nyata. Sementara bagi para santri, bantuan beras yang datang bukan sekadar bahan pokok, tetapi juga simbol kepedulian yang menguatkan semangat belajar dan ibadah setiap hari.*/Herim









































































































































































































































