Di balik deretan huruf hijaiyah yang dihafalkan dan bait-bait kitab yang dipelajari, ada kebutuhan mendasar yang sering kali luput dari pandangan: asupan pangan yang layak.
Bagi seorang santri, sepiring nasi bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan bahan bakar untuk menjaga konsentrasi dan energi dalam menuntut ilmu.

Menyadari hal tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali mempertegas perannya sebagai jembatan kebaikan antara donatur dan para pencari ilmu. Pada Senin hingga Selasa (26–27/1/26), BMH menyalurkan 2.150 kilogram beras beserta paket sembako ke 11 titik strategis di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Lebih dari Sekadar Logistik
Penyaluran ini menjangkau 1.427 penerima manfaat, yang terdiri dari santri dhuafa dan para guru di berbagai pondok pesantren, panti asuhan, serta rumah Qur’an.
“Memberi makan satu penuntut ilmu sama dengan ikut menjaga nyala api dakwah. Karena saat mereka tenang dengan urusan perutnya, pikiran mereka akan merdeka untuk menyelami luasnya ilmu agama.”
Langkah BMH ini membuktikan bahwa filantropi Islam bukan hanya soal memberi, tapi soal memastikan keberlangsungan pendidikan bagi generasi masa depan.

Dengan pangan yang tercukupi, para santri dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih tenang tanpa harus terganggu oleh kekhawatiran akan hari esok.
Amanah yang Terukur dan Berkelanjutan
Kepala Unit Layanan BMH Samarinda, Muhyar Gunardi, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen transparansi dan profesionalisme BMH dalam mengelola amanah donatur.
“Terima kasih kepada para donatur. Bantuan ini sangat berarti. Namun, tantangan kita masih besar. Kebutuhan beras santri di wilayah kami mencapai sekitar 5 ton setiap bulannya,” ungkap Muhyar.
Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak boleh berhenti di satu titik. Filantropi yang kuat lahir dari konsistensi, bukan sekadar momentum.
Mitra Strategis
BMH memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi siapa pun yang ingin memastikan hartanya bertransformasi menjadi amal jariyah yang terus mengalir melalui setiap butir beras yang menjadi energi bagi para penghafal Al-Qur’an.
Mari Menjadi Bagian dari Perubahan
“Terima kasih para donatur dan BMH yang telah memperhatikan kami,” ujar salah satu santri putri dengan mata berbinar.

Kalimat sederhana ini adalah bukti nyata bahwa kepercayaan Anda melalui BMH telah sampai ke tangan yang tepat.
“Mari terus bergerak. Karena dalam setiap butir beras yang kita titipkan, ada doa-doa tulus yang dipanjatkan oleh mereka yang sedang berjuang di jalan Allah,” ungkap Gunardi.*/Herim









































































































































































































































