LAZNAS BMH Jawa Timur kembali menghadirkan manfaat nyata melalui program sumur bor ke-275 di Jawa Timur. Sumur bor tersebut dibangun di Pondok Pesantren Darul Quran An Nur, Dusun Gempolnogo, Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. (2/7/2026).
Sebelumnya, pondok hanya mengandalkan sumur tua sebagai sumber air utama. Ketika musim kemarau tiba, debit air menurun drastis sehingga pesantren harus membeli air menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, dengan hadirnya sumur bor baru, kebutuhan air bersih untuk mandi, mencuci, berwudhu, memasak, hingga menunjang aktivitas belajar dan ibadah para santri dapat terpenuhi dengan lebih baik. Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan menghilangkan kekhawatiran akan krisis air setiap musim kemarau.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran An Nur, Ust. Faiz, menyampaikan rasa syukur atas amanah para donatur yang telah menghadirkan fasilitas air bersih di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BMH dan seluruh donatur yang telah membantu mewujudkan sumur bor ini. Kini kebutuhan air bagi para santri dapat terpenuhi dengan lebih baik. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi seluruh donatur,” tuturnya.
Rasa bahagia juga dirasakan oleh para santri. Salah satunya, Ikhsan, yang mengaku kini aktivitas sehari-hari menjadi jauh lebih mudah.
“Terima kasih kakak-kakak BMH dan para donatur. Sekarang kami lebih mudah mendapatkan air untuk mandi, berwudhu, dan kebutuhan sehari-hari. Kami sangat senang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa program wakaf sumur bor merupakan salah satu ikhtiar BMH dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pesantren dan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Alhamdulillah, peresmian sumur bor ke-275 ini merupakan amanah dari para donatur yang terus menghadirkan manfaat bagi umat. Kami berharap program ini mampu menyediakan akses air bersih yang layak bagi para santri dan masyarakat sekitar, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi, mendukung kenyamanan beribadah serta proses belajar mengajar di pesantren,” ujarnya.
Program wakaf sumur bor tidak hanya menghadirkan sumber air bersih, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi penerima manfaat. Dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli air dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan santri dan pengembangan pesantren.
BMH Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program Wakaf Air Bersih ke berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses air.









































































































































































































































