Iduladha tahun ini menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan bagi masyarakat di berbagai pelosok Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Melalui program Tebar Hewan Kurban, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sumatera Barat kembali menyalurkan amanah para pekurban hingga ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau, mulai dari Desa Sinaka di Pagai Selatan, Pasapuat Desa Saumanganyak di Pagai Utara, hingga Pesantren Hidayatullah di Sipora Jaya.
Perjalanan panjang dan berat harus ditempuh tim penyaluran demi memastikan amanah kurban sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari Kota Padang, tim terlebih dahulu menempuh perjalanan laut menuju Pelabuhan Sikakap selama kurang lebih 12 jam.
Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan menggunakan boat kecil hingga berjam-jam menuju desa tujuan di pelosok Mentawai.Tidak hanya menghadapi gelombang laut dan cuaca yang tidak menentu, tim juga harus melewati medan jalan berlumpur, licin, dan penuh genangan untuk menjangkau daerah pedalaman.

Beberapa kendaraan bahkan sempat terjebak lumpur di tengah perjalanan menuju lokasi distribusi.
Qurban untuk Desa Sinaka: 5 Jam Perjalanan Laut Demi Amanah sampai ke Pelosok, salah satu titik penyaluran berada di Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan. Dari Pelabuhan Sikakap, tim harus kembali menempuh perjalanan laut sekitar 5 jam menggunakan boat masyarakat setempat.
Karena perjalanan yang panjang dan kondisi transportasi laut yang tidak memungkinkan membawa sapi hidup, proses penyembelihan dilakukan terlebih dahulu di Sikakap.
Daging kemudian dipotong dalam ukuran besar agar lebih mudah dibawa menggunakan boat menuju Desa Sinaka.
Sebanyak kurang lebih 200 jiwa menerima manfaat dari penyaluran kurban di Desa Sinaka. Menariknya, kebahagiaan Iduladha di daerah ini tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim saja, tetapi juga dinikmati bersama warga non-Muslim di sekitar desa.
Masyarakat terlihat berkumpul dan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan dan toleransi.
Momen tersebut menjadi gambaran hangatnya persaudaraan masyarakat Mentawai yang hidup berdampingan dengan damai.Menembus Lumpur Menuju Pasapuat SaumanganyakPerjalanan penuh tantangan juga dirasakan tim saat menuju Pasapuat, Desa Saumanganyak, Kecamatan Pagai Utara.
Setelah menempuh perjalanan laut belasan jam dari Padang menuju Sikakap, tim masih harus melanjutkan perjalanan darat sekitar 3 jam melewati jalan berlumpur dan rusak.
Di Pasapuat Saumanganyak, sebanyak 196 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat dari distribusi daging kurban. Warga menyambut kedatangan tim dengan penuh syukur dan antusias.Bagi masyarakat di daerah tersebut, kehadiran daging kurban menjadi kebahagiaan tersendiri karena tidak setiap waktu mereka dapat menikmati makanan bergizi seperti daging sapi.
Kebahagiaan Santri dan Warga di Pesantren Hidayatullah Sipora JayaSuasana haru dan bahagia juga terlihat di Pesantren Hidayatullah Kepulauan Mentawai yang berada di Sipora Jaya.
Para santri, ustadz, dan masyarakat sekitar ikut bergotong royong membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban.Dalam penyaluran di lokasi ini, sebanyak kurang lebih 300 jiwa menerima manfaat dari program kurban BMH Sumatera Barat.
Taufik, salah seorang santri di pesantren tersebut, mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa menikmati daging kurban bersama teman-teman dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih donatur BMH atas qurban ini. Kami senang sekali bisa makan daging bersama teman-teman dan masyarakat di sini,” ujarnya.
Pimpinan Pesantren Hidayatullah Kepulauan Mentawai, Ustadz Hasan Al Banna, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh sahabat kebaikan BMH yang telah mengamanahkan kurbannya untuk masyarakat Mentawai.
“Kami mewakili pengasuh pesantren mengucapkan terima kasih kepada sahabat kebaikan BMH yang sudah mengamanahkan qurbannya di tempat kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dengan keberkahan,” tuturnya.
Program Tebar Hewan Kurban BMH Sumatera Barat menjadi bukti nyata bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah terpencil dan terluar negeri.
LAZNAS BMH Sumatera Barat berharap amanah kurban dari para donatur dapat terus menjadi keberkahan bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan ukhuwah antar sesama.









































































































































































































































