Surga yang Dirindukan Muslimah

Surga diraih dengan cara tidak murah, Ramadhan adalah satu pintu terbaik bagi para Muslimah meraihnya 

Oleh: Sarah Zakiyah

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin. 

(QS. Ar Rahman: 56)

Jika para lelaki shalih dijanjikan surga oleh Allah dan disiapkan bagi mereka bidadari-bidadari bermata jeli yang tidak pernah disentuh oleh jin dan manusia, maka di manakah perempuan-perempuan dunia yang masuk surga? 

Pertanyaan seperti ini sering terlontar dari lisan perempuan. Bukan hanya karena perasaan cemburu pertanyaan seperti itu terucap, tapi juga karena khawatir kesempatan menempati surga tidak didapatkan. 

Apalagi jika mendengar kembali hadits Nabi yang menyampaikan bahwa kebanyakan penghuni surga adalah wanita, sungguh rasa takut dan khawatir yang disertai pengharapan teraduk memenuhi perasaan hati.

Kasih sayang Allah untuk manusia sangatlah luas, begitu juga pada perempuan Muslimah. Kekhawatiran dan kecemburuan yang memenuhi dada untuk menempati surga dan bersaing dengan para bidadari, Allah tepis dengan sebuah janji yang dapat dipenuhi oleh setiap Muslimah setiap hilal Ramadhan menampakkan cahayanya.

Silih bergantinya bulan hingga Ramadhan kembali dapat ditemui, bukanlah putaran waktu yang terjadi biasa saja. Kesempatan mendapatkan Ramadhan tahun ini adalah anugerah yang tidak sepatutnya disia-siakan oleh Muslimah yang ingin mendapatkan tempat di surga, karena Ramadhan adalah salah jalan pintas bagi Muslimah untuk meraih surga.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Abdurrahman bin ‘Auf. 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها قيل لها ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت 

Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), dan menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita ini, masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” ”(HR: Ahmad, Ibnu Hibban)

Surga merupakan barang dagangan Allah Swt yang berharga sangat mahal, tidak dapat dibeli dengan harga murah. Siapapun yang menginginkannya harus menyiapkan biaya besar berupa amal ketaatan yang tidak mudah ditunaikan, dan Ramadhan menjadi waktu di mana Allah Swt menghambur diskon untuk dapat membeli surga.

Muslimah diberi peluang besar menerima diskon pahala ketaatan yang dapat digunakan untuk membayar surga jika melakukan 4 hal yang disampaikan oleh Rasulullah Saw di atas, yang salah satunya adalah berpuasa di bulan Ramadhan.

Berpuasa selama bulan Ramadhan menjadi jalan ke surga bagi muslimah, karena puasa di bulan ini tidaklah mudah dilakukan dengan benar oleh banyak muslimah.

Hakikat puasa tentang menahan diri dari segala bentuk godaan yang dapat mengikis nilai dari puasa tersebut, semisal menjaga lisan, menjaga pandangan, menjaga telinga, dari hal-hal buruk yang dapat mengikis nilai puasa tersebut, sangatlah berat dilakukan.

Oleh karena itu, sebagai Muslimah yang merindu surga, marilah bertekad untuk tidak sekadar menahan lapar dan haus dalam menjalankan Ramadhan kali ini, tapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak nilai puasa dan mengayakan diri dengan ibadah ketaatan pada Allah Swt. Waffaqanallahu limaa yuhibbu wa yardhaa.*